Bikin Bangga! Dikembangkan hingga Generasi Ketiga, Alat Listrik dari Air Gambut SMAN 2 Sampit Terus Disempurnakan

Penulis: Redaksi  •  Senin, 14 September 2026 | 10:34:38 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Pemanfaatan air gambut untuk menghasilkan listrik alternatif di SMAN 2 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus dikembangkan.

Inovasi yang dikerjakan siswa SMAN 2 Sampit tersebut kini telah memasuki generasi ketiga dan masih dalam tahap penyempurnaan.

Gagasan memanfaatkan air gambut sebagai bagian dari eksperimen energi alternatif dari SMAN 2 Sampit sebelumnya telah diperkenalkan dan diberitakan oleh sejumlah media.

Pengembangan pun tidak berhenti pada percobaan awal, tetapi terus dilakukan untuk menyempurnakan alat yang digunakan.

Kepala SMAN 2 Sampit, Kodarahim, membenarkan adanya pengembangan tersebut. Ia menjelaskan, alat untuk menghasilkan listrik dengan memanfaatkan air gambut saat ini telah memasuki generasi ketiga.

“Untuk inovasi listrik menggunakan air gambut ini memang sudah lama dilakukan. Sekarang alatnya sudah masuk generasi ketiga dan masih dalam tahap pengembangan,” ujar Kodarahim, Senin 14 September 2026.

Menurutnya, proses pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya siswa dan guru untuk melihat sejauh mana potensi air gambut dapat dimanfaatkan dalam menghasilkan energi alternatif.

Artinya, inovasi tersebut tidak berhenti pada satu bentuk alat atau satu kali percobaan. Setiap pengembangan menjadi bagian dari proses untuk melihat kekurangan pada alat sebelumnya sekaligus mencari kemungkinan penyempurnaan.

Kodarahrim juga menyampaikan bahwa hasil pengembangan mengenai listrik dari air gambut tersebut telah dibukukan dan memiliki ISBN. Hal itu menjadi bagian dari dokumentasi atas proses inovasi yang telah dilakukan.

“Listrik dari air gambut ini juga sudah dibukukan dan sudah memiliki ISBN,” katanya.

Pengembangan alat hingga generasi ketiga menunjukkan bahwa proses penelitian di lingkungan sekolah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Siswa tidak hanya dituntut menghasilkan sebuah karya, tetapi juga melihat kembali hasil percobaan sebelumnya untuk kemudian diperbaiki.

Air gambut sendiri dipilih sebagai objek eksperimen karena merupakan salah satu kondisi lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah.

Karakteristik air gambut kemudian menjadi bahan yang dipelajari melalui percobaan untuk melihat kemungkinan pemanfaatannya.

Meski demikian, pengembangan alat tersebut masih berada dalam tahap penelitian. Karena itu, inovasi ini belum dapat diposisikan sebagai teknologi pembangkit listrik yang siap diterapkan secara luas.

Proses pengujian dan penyempurnaan masih diperlukan untuk mengetahui kemampuan alat, konsistensi hasil, serta berbagai keterbatasan yang mungkin ditemukan dalam penggunaannya.

Bagi lingkungan pendidikan, proses tersebut justru menjadi bagian penting dari pembelajaran. Siswa mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan sebuah gagasan secara bertahap, mulai dari melihat potensi lingkungan, melakukan percobaan, menemukan kekurangan, hingga mencoba menghasilkan bentuk pengembangan berikutnya.

Dengan telah memasuki generasi ketiga, inovasi listrik berbasis air gambut di SMAN 2 Sampit menunjukkan bahwa sebuah eksperimen tidak harus berhenti setelah menghasilkan prototipe awal.

Pengembangan dapat terus dilakukan untuk mencari hasil yang lebih baik sekaligus memperdalam pemahaman siswa terhadap proses penelitian. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top