Ramai di Medsos! Berat Banget Jadi Warga Murung Raya, Hirup Asap, Antre BBM, eh Begitu Pulang Listrik Mati

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 17 September 2026 | 06:06:12 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, jadi perhatian nasional. Kenapa? Karena derita rakyatnya yang berlipat ganda.

Situasi penderitaan warga Kabupaten Murung Raya itu mencuat di laman media sosial. Banyak sekali hal yang memaksa warga Murung Raya harus melipatgandakan kesabaran.

Dalam sebuah unggahan di media sosial Instagram @folkshitcok seperti terpantau Kamis 17 September 2026 pagi, penderitaan warga Murung Raya itu tak hanya dua lapis, tapi berlapis-lapis.

“Beratnya, berat banget jadi WNI,” tulis akun tersebut.

Akun tersebut merujuk pada kicauan akun X @vier4x4 yang merekam video beban berat yang harus diderita warga Puruk Cahu, Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada 15 September 2026.

Video tersebut menunjukkan antrean BBM di sebuah SPBU di Puruk Cahu pada hari ini. Antreannya demikian panjang, diperkirakan 1-2 kilometer.

“Sudah hirup asap beracun, masih harus antri BBM lai. Pulang ke rumah, mati listrik,” kicau pemilik akun X @vier4x4.

Akun IG @folkshitcok mengunggah ulang rekaman itu. Dia pun menulis: “Cuma di Indonesia! Udah mah antri BBM yg super panjang sambil ngehirup asap “beracun”, pulang ke rumah mati listrik, di Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Unggahan itu cukup menuai perhatian publik. Hingga pagi ini, sedikitnya sudah lebih 3.800 tanda suka dan 300 netizen mengeluarkan komentarnya.

Salah seorang netizen tak bisa membayangkan bagaimana perasaan masyarakat yang antre BBM di Murung Raya itu.

“Ngantri 10 motor aja udah gak sabar saya, ini sampe ratusan motor,” katanya.

Akun lain menunjukkan keprihatinannya terhadap warga Kalimantan. “Makin hari makin memprihatinkan jadi warga Indonesia, apalagi Kalimantan,” katanya.

“Jalannya rusak, BBM-nya susah, pajaknya ditarik, SDA-nya abis dibawa keluar. Kita punya pemerintah nggak sih, kayak dijajah nggak sih kesannya pada susah gini,” timpal yang lainnya.

Saat ini, kondisi di Puruk Cahu, termasuk di Murung Raya, situasinya memang tidak baik-baik saja.

Selain persoalan sulitnya mendapatkan BBM, terutama BBM bersubsidi, juga masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kualitas udara buruk yang kini melanda sebagian besar wilayahnya. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top