KALAMANTHANA, Kuala Kauas - Sebanyak 134 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, resmi menyandang gelar sarjana strata satu (S1) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) setelah mengikuti wisuda angkatan XXVIII Tahun Akademik 2025/2026, Kamis (17/9/2026).
Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi PAI Angkatan XXVIII STAI Kuala Kapuas tersebut berlangsung di Aula Tingang Menteng, Kantor Bupati Kapuas.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno, Ketua Yayasan STAI Kapuas Arbainsyah, Ketua STAI Kuala Kapuas Ushansyah, perwakilan Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XI Kalimantan H Muhdi, M.Ag., serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.
Menurutnya, wisuda bukan merupakan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah masyarakat.
Ia berharap para lulusan STAI Kuala Kapuas dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan.
“Gelar sarjana yang diperoleh hari ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua STAI Kuala Kapuas Ushansyah mengatakan, pada wisuda angkatan XXVIII Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 134 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai sarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude.
“Dari 53 orang yang cumlaude, ada tiga orang terbaik. IP tertinggi 3,87 atas nama Gusti Nurmala, S.Pd.,” kata Ushansyah.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi STAI Kuala Kapuas sekaligus menunjukkan keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan dengan prestasi akademik yang baik.
Ushansyah berpesan kepada seluruh lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Menurutnya, ilmu pengetahuan akan terus berkembang sehingga para lulusan harus senantiasa meningkatkan wawasan dan kompetensinya.
“Kami berharap para lulusan tidak hanya berhenti sampai di sini dalam menuntut ilmu, tetapi terus melanjutkan pendidikan. Karena ilmu itu selalu bermanfaat bagi kehidupan kita, di mana pun kita berada,” pungkasnya. (fan)