FiberStar Dorong Transformasi Digital Jawa Barat, dari Penyedia Konektivitas Menjadi Mitra Solusi Teknologi

Penulis: Redaksi  •  Senin, 21 September 2026 | 17:18:43 WIB

KALAMANTHANA, Purwakarta – Melalui Go! Next 2026 di Purwakarta, FiberStar memperkenalkan solusi jaringan, cloud, cybersecurity, hingga konektivitas untuk mendukung kebutuhan industri kesehatan, pendidikan, manufaktur dan sektor bisnis.

KALAMANTHANA, Purwakarta – Transformasi digital di sektor industri dan bisnis semakin menuntut perusahaan untuk tidak hanya memiliki koneksi internet yang cepat, tetapi juga infrastruktur jaringan yang efisien, aman, fleksibel, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan bisnis.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Mega Akses Persada (FiberStar) terus memperluas perannya dari penyedia konektivitas menjadi penyedia solusi teknologi yang dapat mendukung kebutuhan digital pelanggan secara lebih menyeluruh.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam gelaran Go! Next 2026 yang diselenggarakan FiberStar hari ini di Purwakarta, Jawa Barat. Kegiatan ini mempertemukan FiberStar dengan pelanggan dan pelaku industri dari berbagai sektor, antara lain manufaktur, perhotelan, kesehatan, serta pendidikan, termasuk perwakilan madrasah di Purwakarta.

Mengusung semangat "Go Digital. Go Further.", FiberStar memperkenalkan berbagai solusi jaringan, cloud, cybersecurity, hingga konektivitas yang dapat mendukung kebutuhan industri kesehatan, pendidikan, manufaktur maupun sektor bisnis lainnya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor.

Dalam sesi diskusi, FiberStar menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan ketika mengelola infrastruktur jaringan secara mandiri, mulai dari tingginya investasi awal atau CapEx, siklus hidup perangkat yang semakin cepat, kebutuhan tenaga IT khusus, hingga kompleksitas pengelolaan perangkat dari berbagai vendor. Kondisi multi-vendor juga menjadi tantangan tersendiri karena perusahaan harus mengelola perangkat, lisensi, konfigurasi, serta sistem monitoring dari berbagai ekosistem.

Judo Magrvirotan Maulidin, Product Partnership & Development Unit Head FiberStar, mengatakan bahwa kebutuhan pelanggan saat ini telah berkembang dari sekadar mendapatkan koneksi menjadi kebutuhan untuk. memiliki infrastruktur digital yang terintegrasi dan dapat dikelola secara efektif.

"Saat ini kebutuhan pelanggan tidak lagi berhenti pada konektivitas. Mereka membutuhkan bagaimana jaringan tersebut dapat mendukung operasional bisnis secara end-to-end, mulai dari connectivity, network infrastructure, security, hingga pengelolaannya. Karena itu, pendekatan kami adalah menghadirkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ekosistem masing-masing pelanggan," ujar Judo.

Menurutnya, FiberStar juga melihat peluang besar pada pendekatan Network as a Service dan WiFi as a Service, khususnya bagi perusahaan yang ingin mengurangi kompleksitas pengelolaan infrastruktur jaringan.

Melalui WiFi as a Service, misalnya, FiberStar menawarkan layanan yang menggabungkan konektivitas Internet dengan pengelolaan perangkat jaringan secara end to end. Layanan tersebut mencakup proses penyediaan connectivity, pelaksanaan assessment, design, deployment & configuration, hingga monitoring dan maintenance. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan lebih fokus pada bisnis inti tanpa harus menangani seluruh kompleksitas infrastruktur jaringan secara mandiri.

Selain konektivitas, kebutuhan keamanan siber juga menjadi bagian penting dalam transformasi digital perusahaan. FiberStar menawarkan sejumlah solusi cybersecurity, antara lain firewall, EDR, XDR, penetration testing, vulnerability assessment, hingga data protection melalui berbagai ekosistem teknologi dan kemitraan.

Judo menjelaskan bahwa perkembangan keamanan jaringan saat ini tidak hanya berfokus pada perlindungan lalu lintas data dari luar ke dalam jaringan (north-south traffic), tetapi juga komunikasi antarperangkat dan server di dalam lingkungan perusahaan (east-west traffic). Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah micro-segmentation, yang memungkinkan perusahaan mengatur komunikasi antarserver secara lebih granular.

"Security sekarang tidak cukup hanya melindungi perimeter. Ketika terjadi breach, yang menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana mencegah attacker bergerak ke sistem lain. Micro-segmentation memungkinkan traffic antarserver diatur berdasarkan kebutuhan komunikasinya, sehingga ketika terjadi insiden, area yang terdampak dapat dibatasi dan tidak otomatis menyebar ke server lainnya," jelas Judo.

FiberStar saat ini juga tengah melakukan proof of concept (POC) untuk solusi micro-segmentation di KSE, sebagai bagian dari pengembangan portofolio solusi cybersecurity.

Slamet Hidayat, Branch Manager FiberStar Jawa Barat, mengatakan bahwa penguatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya FiberStar untuk menjawab kebutuhan digitalisasi pelanggan di berbagai sektor di Jawa Barat.

"Jawa Barat memiliki ekosistem industri dan bisnis yang sangat beragam. Karena itu, kebutuhan konektivitasnya juga tidak bisa disamakan. Ada pelanggan yang membutuhkan konektivitas dedicated, ada yang membutuhkan jaringan wireless yang dikelola secara menyeluruh, ada yang membutuhkan security, dan ada pula yang membutuhkan solusi untuk lokasi yang secara geografis menantang," ujar Slamet.

"FiberStar ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia koneksi, tetapi sebagai partner yang memahami kebutuhan digital pelanggan dan membantu mereka menentukan solusi yang tepat sesuai karakteristik bisnisnya," lanjutnya.

Perluasan solusi FiberStar juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan digital yang semakin spesifik di berbagai sektor.

Sementara di sektor pendidikan, FiberStar mengembangkan konsep Smart Education untuk mendukung konektivitas antara sekolah, siswa, dan orang tua/wali. Untuk institusi pendidikan tinggi, FiberStar juga memiliki konsep Smart University yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan digital kampus. Sementara itu, Starlink menjadi salah satu opsi konektivitas yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan di lokasi yang sulit dijangkau infrastruktur fiber terestrial, termasuk lokasi operasional yang membutuhkan konektivitas dari wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan.

Dengan portofolio tersebut, FiberStar dapat melihat konektivitas sebagai fondasi yang memungkinkan berbagai solusi digital berjalan secara optimal.

"Kami ingin mengubah persepsi bahwa FiberStar hanya dikenal sebagai connectivity provider. Connectivity tetap menjadi fondasi utama kami, tetapi di atas fondasi tersebut kami membangun berbagai solusi yang dapat membantu aktivitas sehari-hari pelanggan-baik untuk produktivitas bisnis, healthcare, pendidikan, maupun kebutuhan operasional di lokasi tertentu," ujar Slamet.

Melalui GO! NEXT 2026, FiberStar juga membuka ruang diskusi langsung dengan pelanggan untuk memahami lebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena kebutuhan digital setiap perusahaan berbeda. Perusahaan dengan jumlah perangkat dan server yang besar, misalnya, membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan perusahaan yang lebih membutuhkan konektivitas sederhana dan stabil. Karena itu, FiberStar menempatkan assessment dan design sebagai bagian dari pendekatan solusi, sebelum menentukan teknologi dan konfigurasi yang sesuai.

"Teknologi akan terus berkembang dan pilihan vendor juga semakin banyak. Tantangannya adalah bagaimana pelanggan tidak harus menghadapi kompleksitas tersebut sendirian. Kami ingin membantu pelanggan memilih, mengintegrasikan, dan mengelola solusi yang memang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka," tutup Judo. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top