Ngeri! Karhutla Kembali Membara, Api Mulai Menjilat Plafon SMPN 8 Sampit

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 22 September 2026 | 14:00:04 WIB
Plafon SMPN 8 Sampit ikut terbakar.

KALAMANTHANA, Sampit – Bara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam lingkungan SMP Negeri 8 Sampit, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Selasa (22/9/2026) pagi.

Belum genap sehari setelah proses pemadaman berakhir, api kembali muncul di sejumlah sisi sekolah. Bahkan, kobaran api sempat mengenai bagian plafon bangunan sekolah sehingga membuat pihak sekolah kembali memanggil tim penanganan karhutla.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Api terlihat dari sisi utara sekolah, di sekitar laboratorium komputer. Titik api kemudian kembali ditemukan di sisi selatan, dekat bangunan pertama.

Kondisi berubah menjadi lebih mengkhawatirkan ketika bagian plafon bangunan kedua di sisi barat sekolah diketahui terbakar.

Kepala SMP Negeri 8 Sampit, Irwandy Zuhairin, mengatakan kejadian tersebut berlangsung setelah pemadaman dilakukan hingga malam sebelumnya.

“Semalam pemadaman baru selesai sekitar pukul 22.00 WIB. Pagi harinya kami kembali melihat api muncul dari beberapa titik di sekitar sekolah, kemudian diketahui ada bagian plafon bangunan yang ikut terbakar,” kata Irwandy.

Menurutnya, lokasi plafon yang terbakar tidak berada tepat di dekat sumber api lahan. Karena itu, pihak sekolah menduga ada kemungkinan bara atau bunga api terbawa angin hingga mencapai bagian bangunan.

“Kalau dari jalur api di lahan, sebenarnya cukup sulit untuk langsung mencapai bagian luar bangunan. Bisa saja ada bara yang terbawa angin dan kemudian mengenai plafon, tetapi kami belum bisa memastikan penyebabnya,” ujarnya.

Tim karhutla yang menerima laporan kemudian kembali bergerak menuju sekolah. Armada pemadam dikerahkan untuk mengatasi titik api sekaligus memastikan kobaran tidak menjalar ke bangunan lain.

Peristiwa ini juga membuat aktivitas sekolah masih dilakukan dari jarak jauh. SMPN 8 Sampit telah menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari terakhir.

Pihak sekolah memilih belum mengembalikan kegiatan belajar tatap muka karena kondisi lingkungan masih belum sepenuhnya aman.

“Untuk sementara kami masih PJJ. Sudah dua hari berjalan dan dengan situasi seperti sekarang, kemungkinan beberapa hari ke depan belum memungkinkan siswa kembali belajar secara tatap muka,” jelasnya.

Di sisi lain, pengawasan di lingkungan sekolah ditingkatkan. Sejumlah anggota sekolah, termasuk penjaga sekolah, ditempatkan secara bergantian untuk memantau kondisi sekitar.

Mereka diminta segera melaporkan apabila kembali terlihat asap ataupun titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

“Kami lakukan penjagaan bergantian supaya kondisi sekolah terus terpantau. Kalau ada tanda-tanda api kembali muncul, kami langsung berkoordinasi dengan tim karhutla,” pungkas Irwandy. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top