KALAMANTHANA, Sampit - Seekor orangutan betina bernama Sindi berhasil diselamatkan dari kepungan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (25/9/2026).
Orangutan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram itu ditemukan bertahan di atas pohon kering di tengah kepungan asap tebal dan bara api. Tim penyelamat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) berhasil mengevakuasinya setelah melakukan operasi selama beberapa jam.
Keberadaan Sindi pertama kali diketahui oleh regu pemadam kebakaran dari pihak perusahaan yang sedang mengambil air di sekitar lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan kemudian melaporkan temuan tersebut kepada BKSDA Pos Sampit sekitar pukul 15.30 WIB.
Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan laporan tersebut langsung diteruskan kepada pimpinan di Pangkalan Bun untuk menentukan langkah penyelamatan.
"Kami menerima laporan dari warga Ramban dan pihak perusahaan tentang keberadaan seekor orangutan di pohon kering yang berada di perbatasan HTR Ramban dan PT MJSP," kata Muriansyah, Senin (28/9/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penyelamat Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II bersama Yayasan OFI segera bergerak menuju lokasi. Tim dari Pangkalan Bun berangkat sekitar pukul 17.20 WIB, sementara petugas BKSDA Pos Sampit menyusul sekitar pukul 18.00 WIB untuk membantu memantau pergerakan satwa.
Tim penyelamat tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung melakukan upaya evakuasi. Namun, proses penyelamatan menghadapi sejumlah kendala karena Sindi terus berpindah di atas pohon dengan posisi cukup tinggi sehingga menyulitkan petugas melakukan pembiusan.
Selain pergerakan satwa, kondisi lingkungan yang masih dipenuhi asap dan bara api turut menyulitkan proses evakuasi. Sejumlah titik di sekitar pohon tempat Sindi bertahan juga masih menyimpan bara kebakaran.
Setelah berupaya selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil membius Sindi sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, tubuh orangutan tersebut tersangkut di antara dahan pohon sehingga petugas harus memanjat untuk menurunkannya dengan aman.
Sekitar pukul 02.30 WIB, Sindi akhirnya berhasil dievakuasi dari atas pohon. Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuh orangutan betina tersebut.
Setelah berhasil diselamatkan, tim membawa Sindi keluar dari kawasan kebakaran sekitar pukul 04.30 WIB. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sampit sebelum tim bergerak ke Pangkalan Bun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Sindi tiba di klinik dan fasilitas karantina orangutan milik Yayasan OFI. Tim medis langsung melakukan pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel darah untuk mengetahui kondisi kesehatan dan memastikan tidak ada penyakit yang dibawa satwa tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Sindi dalam kondisi sehat. Setelah mendapatkan arahan dari Kepala Seksi KSDA Wilayah II, orangutan tersebut direncanakan akan ditranslokasi ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Penyelamatan Sindi menjadi gambaran nyata dampak karhutla terhadap satwa liar. Selain merusak hutan dan lahan, kebakaran juga mengancam habitat serta sumber pakan yang dibutuhkan satwa untuk bertahan hidup.
Dalam situasi tersebut, laporan cepat dari masyarakat dan pihak perusahaan berperan penting dalam mempercepat upaya penyelamatan satwa liar yang terancam kebakaran.
Muriansyah pun mengapresiasi warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang telah melaporkan keberadaan Sindi sehingga tim penyelamat dapat segera melakukan evakuasi. (Su).