Kabar Duka, Tokoh Pers Kotim Ruslan Abdul Gani Tutup Usia

Penulis: Huda  •  Selasa, 29 September 2026 | 15:00:45 WIB
Tokoh Pers Kotim Ruslan Abdul Gani Tutup Usia

KALAMANTHANA, Sampit – Kabar duka datang dari dunia pers Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tokoh pers sekaligus mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim, Ruslan Abdul Gani, bin Kanti Hamdan, meninggal dunia, Selasa (29/9/2026) pagi.

Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.00 WIB. Kabar tersebut dibenarkan Ketua PWI Kotim Siti Fauziah.

“Iya, benar. Beliau meninggal dunia pagi tadi,” kata Siti.

Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Delima 5 Nomor 117, Sampit. Pihak keluarga berencana memakamkan almarhum pada Selasa (29/9/2026).

Keluarga juga memohon doa dari kerabat, sahabat, rekan seprofesi, serta masyarakat yang mengenal almarhum. Permohonan maaf disampaikan apabila selama hidupnya Ruslan memiliki kesalahan maupun kekhilafan.

Semasa hidup, Ruslan dikenal sebagai salah satu jurnalis senior di Kotim. Ia pernah dipercaya memimpin PWI Kotim periode 2004–2007 dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kewartawanan.

Perjalanan Ruslan di dunia jurnalistik cukup panjang. Ia tidak hanya menjalankan profesi sebagai wartawan, tetapi juga aktif menyuarakan berbagai persoalan sosial melalui tulisan-tulisannya.

Sejumlah isu seperti penegakan hukum, kebijakan publik hingga kampanye antinarkoba pernah menjadi perhatian Ruslan. Tulisan dan pemikirannya juga pernah dimuat di sejumlah media, termasuk Koran Harian Pelita yang berpusat di Jakarta.

Ia juga sempat berkecimpung di dunia televisi lokal di Sampit sebagai presenter. Di luar aktivitas jurnalistik, Ruslan turut aktif dalam olahraga dan pernah menjadi atlet PWI Kalimantan Tengah pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) cabang catur.

Selain itu, Ruslan sempat menjalani profesi sebagai advokat. Beragam aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya yang cukup dekat dengan dunia pers, hukum dan persoalan sosial masyarakat.

Kabar kepergiannya menjadi duka bagi keluarga, sahabat, serta insan pers di Kotim dan Kalimantan Tengah. Bupati Kotim Halikinnor turut melayat ke rumah duka pada Selasa pagi.

Kepergian Ruslan meninggalkan jejak dalam perjalanan pers di Kotim. Karya jurnalistik dan pemikirannya menjadi bagian dari catatan perjalanan dunia pers daerah yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun. (Su).

Reporter: Huda
Back to top