KALAMANTHANA, Sampit – Kemunculan seekor anak kucing kuwuk di tengah permukiman warga Sampit mengundang perhatian. Karena karhutla?
Kucing kuwuk, satwa liar yang biasanya hidup di kawasan hutan itu ditemukan sendirian di Jalan Bumi Raya 1, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Senin 28 September 2026 malam.
Anak kucing kuwuk tersebut ditemukan Muhamad Wildan Halim alias Awil sekitar pukul 22.00 WIB. Lokasi penemuan berada di kawasan yang cukup dekat dengan area yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Satwa itu kemudian diserahkan kepada BKSDA Resort Sampit sekitar pukul 23.10 WIB. Awil menyerahkannya bersama komunitas dan aktivis lingkungan agar mendapat penanganan dari petugas.
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan kondisi anak kucing kuwuk saat diterima petugas masih cukup baik. Satwa tersebut terlihat aktif meski terdapat sedikit luka pada bagian mulut.
“Waktu kami terima, kondisinya masih sehat dan aktif. Hanya ada sedikit lecet di sekitar mulutnya,” kata Muriansyah, Rabu 30 September 2026.
Menurut Muriansyah, kemunculan satwa tersebut terjadi di tengah kondisi habitat yang terdampak karhutla. Area di sepanjang Jalan Bumi Raya disebut masih terdapat titik yang terbakar.
“Area sepanjang Jalan Bumi Raya memang sudah terdampak kebakaran dan sampai sekarang masih ada karhutla,” ujarnya.
Kondisi tersebut diduga dapat berkaitan dengan berpindahnya satwa dari habitatnya. Namun, BKSDA belum dapat memastikan bagaimana anak kucing kuwuk tersebut bisa keluar dari kawasan habitat dan masuk hingga ke lingkungan permukiman.
Kucing kuwuk atau kucing hutan memiliki nama ilmiah Prionailurus bengalensis. Satwa ini dapat hidup di kawasan hutan dan memiliki wilayah jelajah untuk mencari makanan maupun tempat berlindung.
Ketika habitatnya terganggu oleh kebakaran, satwa liar berpotensi berpindah untuk mencari tempat yang lebih aman dan sumber makanan. Pergerakan tersebut dapat membawa satwa mendekati kawasan yang banyak dihuni manusia.
Untuk sementara, anak kucing kuwuk tersebut diamankan dan dirawat di Pos BKSDA Resort Sampit. Petugas akan memantau kondisinya sebelum menentukan penanganan berikutnya.
Temuan ini menjadi salah satu kasus kemunculan satwa liar di sekitar permukiman di tengah maraknya karhutla di Kotim. Sebelumnya, warga juga menemukan sejumlah satwa seperti trenggiling, kancil, rusa, bekantan, lutung hingga orangutan.
BKSDA mengimbau warga yang menemukan satwa liar agar tidak menangkap, memelihara, apalagi memperjualbelikannya. Satwa sebaiknya segera dilaporkan kepada petugas agar dapat dievakuasi dan ditangani sesuai kondisi. (su)