Kunjungi SMAN 1 Cempaga, Gubernur Agustiar Targetkan Bangunan Rusak Dibangun Tahun Ini

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:20:34 WIB
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran datang ke sekolah di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Sabtu (3/10/2026) sore.

KALAMANTHANA, Sampit – Kondisi SMAN 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang terbakar beberapa hari lalu mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Agustiar datang ke sekolah di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Sabtu (3/10/2026) sore. Ia melihat langsung kondisi sejumlah bangunan yang terdampak kebakaran sekaligus menerima laporan mengenai kebutuhan sekolah pascakejadian.

Dari peninjauan tersebut, pembangunan kembali fasilitas yang rusak menjadi salah satu hal yang harus segera ditangani. Pemerintah Provinsi Kalteng menargetkan pembangunan dapat dilakukan tahun ini.

Agustiar mengakui dirinya baru sempat datang langsung ke lokasi. Namun, keterlambatan tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk menunda penanganan terhadap sekolah yang terdampak.

“Kami memang agak terlambat datang ke sini. Tapi tidak ada kata terlambat. Ini merupakan kewajiban kami untuk segera menangani kondisi sekolah,” kata Agustiar.

Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat tiga bagian utama yang perlu segera dibangun kembali. Ketiganya yakni ruang kelas, aula dan satu bangunan kantor.

“Yang perlu dibangun kembali itu ruang kelas, aula dan satu kantor. Jadi ada tiga bagian,” ujarnya.

Selain mengganti bangunan yang terbakar, kebutuhan ruang belajar juga menjadi perhatian. SMAN 1 Cempaga saat ini memiliki sekitar 270 siswa sehingga ketersediaan ruang kelas perlu disesuaikan dengan jumlah peserta didik.

Menurut Agustiar, hasil peninjauan menunjukkan ruang yang tersedia masih perlu ditambah. Karena itu, pembangunan tidak hanya diarahkan untuk mengganti bangunan yang rusak, tetapi sekaligus menyesuaikan kebutuhan sekolah.

“Jumlah muridnya sekitar 270 siswa. Setelah kami hitung, kelas yang ada sepertinya masih kurang. Makanya akan segera kami bangun,” katanya.

Kebakaran SMAN 1 Cempaga terjadi pada Minggu (27/9/2026) dini hari. Api menghanguskan sejumlah bagian sekolah dan menyebabkan aktivitas belajar mengajar harus menyesuaikan kondisi bangunan yang tersisa.

Peristiwa tersebut membuat pihak sekolah harus mencari cara agar proses pembelajaran tetap berjalan. Sementara itu, bangunan yang terdampak membutuhkan penanganan sebelum kembali dapat digunakan.

Kunjungan gubernur menjadi bagian dari penanganan pascakebakaran. Kondisi sekolah dilihat langsung untuk memastikan kebutuhan yang harus diprioritaskan dalam pembangunan.

Dengan adanya target pembangunan tahun ini, fasilitas yang rusak diharapkan tidak terlalu lama mengganggu aktivitas pendidikan. Terlebih, jumlah siswa yang cukup banyak membuat kebutuhan ruang belajar menjadi persoalan yang tidak bisa ditunda terlalu lama.

Pemerintah Provinsi Kalteng selanjutnya akan menindaklanjuti kebutuhan pembangunan tersebut, terutama untuk ruang kelas, aula dan kantor yang terdampak kebakaran. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top