Teringgiling 4 Kg Ditemukan Warga di Parit Depan Puskesmas Ketapang II

Penulis: Redaksi  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 21:59:13 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Kemunculan satwa liar kembali terjadi di tengah kawasan permukiman Kota Sampit. Seekor trenggiling dengan berat sekitar 4 kilogram ditemukan warga di sekitar parit Jalan H Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tepat di depan Puskesmas Ketapang II.

Satwa dilindungi tersebut pertama kali ditemukan warga pada Minggu 4 Oktober 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Menyadari hewan yang ditemukan merupakan satwa liar yang dilindungi, warga kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk mengamankannya.

Trenggiling itu selanjutnya diamankan Febri, kepala regu Damkar, dan dibawa ke Mako Damkar. Setelah itu, Febri menghubungi aktivis lingkungan Hari bersama rekan-rekannya untuk membantu proses penanganan dan penyerahan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.

Petugas BKSDA Resort Sampit kemudian menerima penyerahan trenggiling tersebut sekitar pukul 18.40 WIB, setelah sebelumnya menyelesaikan kegiatan observasi di dua lokasi kemunculan orangutan di wilayah Sampit.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan kondisi trenggiling saat diterima petugas terpantau cukup baik. Tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuh satwa tersebut.

“Beratnya sekitar empat kilogram. Saat diserahkan kondisinya tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya,” kata Muriansyah, Senin 5 Oktober 2026.

Menurutnya, proses penyelamatan trenggiling tersebut bermula dari kepedulian warga yang tidak langsung melepaskan atau menangani satwa itu sembarangan. Warga justru menghubungi pihak yang dinilai mampu menangani satwa liar dilindungi.

Setelah menerima satwa tersebut, petugas BKSDA langsung melaporkan penyerahan kepada pimpinan di Pangkalan Bun. Penanganan selanjutnya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi satwa dan lokasi yang sesuai untuk pelepasliaran.

“Rencananya besok pagi akan langsung dilepasliarkan di kawasan Kebun Raya Sampit,” ujarnya.

Rencana pelepasliaran tersebut akan dibantu Hadi, aktivis lingkungan sekaligus penjaga Kebun Raya Sampit dan staf Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur.

Penemuan trenggiling di sekitar parit kawasan perkotaan ini kembali menunjukkan bahwa perjumpaan manusia dengan satwa liar masih dapat terjadi di sekitar lingkungan aktivitas warga. Karena itu, penanganan yang tepat menjadi penting agar satwa tidak mengalami cedera atau justru menjadi korban perburuan.

BKSDA mengimbau masyarakat yang menemukan satwa liar dilindungi agar tidak menangkap, memelihara, menjual, maupun membawanya pulang. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas terkait agar satwa dapat dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur konservasi. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top