KALAMANTHANA, Palangka Raya – Dua kota di Kalimantan Tengah menjadi kota di Kalimantan dengan kualitas udara terburuk pada pagi ini. Sebaliknya, Kotabaru memiliki udara terbaik.
Terpantau dari laman bmkg.go.id pada Selasa 6 Oktober 2026 pukul 07.06 WIB, kualitas udara sejumlah kota di Kalimantan masih dinamis.
Saat ini, ada enam kota di Indonesia yang memiliki kualitas udara masuk zona hitam. Dua di antaranya kota di Kalimantan, keduanya di Kalimantan Tengah, yakni Palangka Raya dan Pangkalan Bun.
Kota Palangka Raya kini memiliki konsentrasi partikulat (PM 2.5) tertinggi di antara kota-kota lainnya di Kalimantan. Kota Cantik ini menjadi kota dengan kualitas udara terburuk.
Saat ini, konsentrasi partikulat Kota Palangka Raya mencapai angka 501,8 ug/m. Angka tersebut hanya kalah dibandingkan Palembang di Sumatera Selatan.
Kualitas udara berbahaya juga dialami Pangkalan Bun, kota di wilayah barat Kalimantan Tengah. Tingkat konsentrasi partikulatnya mencapai 440,7 ug/m.
Kondisi kualitas udara kota-kota di Kalimantan Barat yang menjadi wilayah paling terdampak karhutla di Tanah Borneo selain Kalimantan Tengah, kini sudah semakin membaik.
Dua di antaranya bahkan sudah masuk kelompok kota dengan udara tidak sehat, bukan lagi pada level berbahaya. Keduanya adalah Kubu Raya dan Sintang.
Sedangkan Kotabaru di Kalimantan Selatan menjadi kota dengan kualitas udara terbaik. Saat ini statusnya dalam level baik dengan 11,0 ug/m.
Kualitas udara kota utama Kalimantan
Palangka Raya, Kalimantan Tengah 501,8 ug/m
Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah 440,7
Mempawah, Kalimantan Barat 153,9
Kubu Raya, Kalimantan Barat 131,2
Sintang, Kalimantan Barat 124
Samarinda, Kalimantan Timur 78,6
Banjarbaru, Kalimantan Selatan 55,5
Kotabaru, Kalimantan Selatan 11