Sulitnya Evakuasi Jasad ABK di Tugboat Santan Batam, Begini Kesaksian Petugas PMI Kotawaringin Timur

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:16:12 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Proses evakuasi jasad AB yang ditemukan meninggal di tugboat Santan Batam 2512 tidaklah mudah. Seorang petugas PMI Kotawaringin Timur memberikan kesaksian.

Proses evakuasi jasad AB tersebut bahkan berlangsung hingga hari mulai gelap. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju RSUD dr Murjani Sampit untuk pemeriksaan.

Petugas PMI Kotawaringin Timur, S, membenarkan proses evakuasi telah dilakukan.

“Sudah kami evakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Murjani,” ujar S pada Kamis 8 Oktober 2026.

Sulitnya proses evakuasi itu dikarenakan jarak yang cukup jauh dan tidak terjadi di wilayah darat. Petugas Satpolairud Polres Kotawaringin Timur dan PMI Kotawaringin Timur yang melakukan evakuasi, harus menempuh perjalanan menggunakan speedboat menuju lokasi.

Jenazah dipindahkan dari atas tugboat secara hati-hati, sementara waktu terus beranjak menuju petang. Proses tersebut bahkan berlangsung hingga hari mulai gelap.

Penemuan jasad ABK tersebut terjadi setelah seorang juru mudi kapal berniat memeriksa kondisi tugboat Santan Batam 2512. Tugboat itu sebelumnya bersenggolan dengan sebuah tongkang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Tugboat sedang lego jangkar di tengah perairan Sampit setelah sebelumnya tiba membawa muatan bauksit.

Saat melakukan pemeriksaan, juru mudi menemukan AB (27) dalam kondisi tidak bernyawa. Korban diketahui berasal dari Luwu, Sulawesi Selatan. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top