Mantan Dirreskrimsus Polda Kalteng Kini Resmi Jabat Kapolda Bali

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 17:53:45 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Mantan Direktur Reskrimsus Polda Kalimantan Tengah, Irjen Pasma Royce, kini resmi jadi Kapolda Bali.

Serah terima jabatan Kapolda Bali kepada Pasma Royce dilakukan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 9 Oktober 2026.

Pasma Royce bukan satu-satunya pejabat baru yang melakukan serah terima di Gedung Rupattama Mabes Polri itu. Serah terima juga dilakukan untuk jabatan Irwasum Polri dan tiga kapolda lainnya.

Pasma Royce sendiri pernah menjabat sebagai Direktur Reskrimsus Polda Kalimantan Tengah sejak 2019. Sebelumnya, dia menduduki posisi serupa di Polda Bengkulu.

Sempat masuk ke Mabes Polri setelah meninggalkan Dirreskrimsus Polda Kalimantan Tengah, posisinya kian menanjak setelah menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat dan kemudian Kapolrestabes Surabaya.

Sejak September 2024 lalu, Pasma Royce didapuk menjadi Wakil Kapolda Jawa Timur dan kini menjadi Kapolda Bali.

Sementara itu, serah terima jabatan Irwasum Mabes Polri dilakukan dari Komjen Wahyu Widaya kepada Komjen Asep Edi Suheri yang sebelumnya merupakan Kapolda Metro Jaya.

Posisi Kapolda Metro Jaya kemudian diserahkan kepada Komisaris Jenderal Polisi Dadang Hartanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku.

Sedangkan posisi Kapolda Maluku yang kosong diserahkan kepada Inspektur Jenderal Polisi Suwondo Nainggolan.

Sementara itu, jabatan Kapolda Jawa Timur diserahterimakan dari Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto kepada Inspektur Jenderal Polisi Dekananto Eko Purwono, sedangkan jabatan Kapolda Bali diserahterimakan dari Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya kepada Inspektur Jenderal Polisi Pasma Royce.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel.

Penempatan pejabat dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip meritokrasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas sesuai kebutuhan organisasi.

"Pergantian jabatan merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi melalui penempatan personel sesuai kompetensi, kapabilitas, dan integritasnya," katanya. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top