KALAMANTHANA, Bandar Lampung – Laskas Isen Mulang belum juga bisa meraih poin. Mereka menyerah 0-1 dalam laga Isen Mulang Kalteng FC vs Persebaya Surabaya. Apa kata Mundari Karya?
Pasukan Mundari Karya menderita kekalahan keempat di Kompetisi Indonesia Super League. Mereka tak berdaya dalam duel Isen Mulang Kalteng FC vs Persebaya Surabaya.
Kekalahan dalam laga Isen Mulang Kalteng FC vs Persebaya itu menjadi kekalahan keempat bagi klub Kalimantan Tengah itu. Anak asuh Mundari Karya jadi satu-satunya klub yang belum meraih sebiji poin pun musim ini.
Mundari Karya sendiri tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat 9 Oktober 2026 malam.
Mundari menilai penampilan timnya menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tiga pertandingan sebelumnya.
Menurutnya, para pemain sudah memperlihatkan tekad kuat untuk bermain lebih baik dan berburu kemenangan di lapangan.
“Pertandingan yang cukup bagus. Kalau kami bandingkan di tiga pertandingan sebelumnya, hari ini ada pembeda bagaimana para pemain bertekad untuk bisa main baik dan mencari kemenangan,” katanya.
Menurutnya, para pemain sudah menunjukkan usaha dan terus berupaya membuat atau mencatatkan gol.
Kendati demikian, pelatih berpengalaman itu menyoroti sejumlah catatan penting yang harus segera dibenahi oleh Isenmulang FC, terutama terkait transisi permainan dan penyelesaian akhir (finishing).
Mundari mengakui bahwa transisi negatif, terutama saat tim kehilangan bola, masih menjadi masalah krusial yang kerap berulang di setiap pertandingan.
Ia menilai beberapa pemain terkadang masih belum sepenuhnya paham tindakan apa yang harus segera diambil, apakah melakukan pressing di depan atau langsung merapatkan barisan dalam mid block.
Selain itu, skema serangan balik yang selama dua pekan terakhir digeber dalam sesi latihan belum berjalan maksimal. Persebaya dinilai sangat disiplin membaca dan mengantisipasi strategi tersebut.
“Sebetulnya di dua minggu kemarin kita banyak bekerja di dalam penyerangan, terutama pada saat kita melakukan counter attack,” tambahnya.
Dia sesungguhnya ingin melihat hasil latihan tersebut. Hanya saja, Persebaya juga mampu mengantisipasi hal tersebut.
“Jadi, ya sedikit memang peluangnya untuk kami bisa melakukan serangan balik,” jelas Mundari. (*)