DPRD Seruyan Dorong Sumur Bor Atasi Krisis Air Bersih

Penulis: Huda  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 19:00:21 WIB
DPRD Seruyan mendukung distribusi air bersih saat kemarau dan mendorong pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat.

KALAMANTHANA, Kuala Pembuang - DPRD Kabupaten Seruyan mendukung langkah pemerintah daerah menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Namun, pemerintah juga didorong menyiapkan solusi jangka panjang agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Ketua Komisi A DPRD Seruyan, Bejo Riyanto, mengatakan distribusi air bersih sangat membantu masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau, termasuk sejumlah kawasan di daerah pemilihan (Dapil) I.

"Saat ini kan pemerintah daerah dalam hal ini telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan, ya tentunya kami mendukung hal itu," kata Bejo, Senin (12/10/2026).

Meski mengapresiasi langkah tersebut, Bejo menilai pembagian air bersih perlu diikuti upaya untuk mengatasi persoalan yang berulang setiap musim kemarau.

Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga pemerintah perlu mengevaluasi wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

DPRD Usulkan Pembangunan Sumur Bor

Bejo mengungkapkan, DPRD Seruyan sebelumnya telah memberikan masukan kepada pemerintah daerah mengenai pembangunan sumur bor sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan air bersih.

Ia menyarankan pemerintah melakukan pendataan dan evaluasi terlebih dahulu guna menentukan desa maupun titik lokasi yang membutuhkan fasilitas tersebut.

"Kami juga sudah memberikan masukan, karena di setiap musim kemarau kita itu kesulitan air bersih sementara itu kan kebutuhan dasar. Ya evaluasi, kalau memang bisa membangun terkait dengan ketersediaan air tadi ya sumur bor itu, kalau bisa di desa-desa atau di titik-titik mana makanya dievaluasi dulu, kita cari terlebih dahulu di mana bisa kita bangun," jelasnya.

Menurut Bejo, penentuan lokasi pembangunan sumur bor perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah agar fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat.

Desa Sungai Undang menjadi salah satu wilayah yang disebutnya dapat dipertimbangkan dalam evaluasi tersebut, bersama desa-desa lain yang mengalami persoalan serupa.

Distribusi Air Perlu Diikuti Solusi Berkelanjutan

Bejo menegaskan, program pembagian air bersih gratis merupakan langkah positif untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, upaya tersebut sebaiknya tidak menjadi satu-satunya cara penanganan ketika kemarau panjang terjadi.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun langkah yang lebih berkelanjutan, termasuk mengkaji pembangunan sumur bor di lokasi-lokasi yang membutuhkan.

"Ya kalau bisa jangan kita laksanakan seperti itu terus, harus ada solusinya juga. Ya minimal juga harus ada ketersediaan sumur bor ke depan. Cari dulu titik-titiknya misalnya di Desa Sungai Undang atau desa lainnya," tandasnya.

DPRD Seruyan berharap evaluasi dan perencanaan yang tepat dapat membantu pemerintah daerah mengurangi risiko kesulitan air bersih saat musim kemarau, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air yang memadai. (Sly).

Reporter: Huda
Back to top