KALAMANTHANA, Sampit – Amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian mengkhawatirkan.
Api merembet hingga membakar bangunan sekolah lama di Tumbang Penyahuan. Rekaman kebakaran bangunan kayu tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perhatian warga.
Bangunan yang tampak dilalap api itu sempat dikira sebagai gedung SMK 1 Bukit Santuai yang masih digunakan.
Namun, fakta di lapangan berbeda. Gedung tersebut merupakan bangunan sekolah lama yang telah ditinggalkan sejak 2016, setelah kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke lokasi baru.
Bangunan kayu yang tak lagi difungsikan itu berada di bagian hilir kampung, relatif jauh dari permukiman warga. Area di sekitarnya juga telah ditumbuhi semak belukar. Meski demikian, api tetap menjangkau bangunan tersebut hingga terbakar.
Hingga kini, asal mula api yang membakar gedung itu belum diketahui. Belum ada keterangan yang dapat memastikan apakah api berasal dari kebakaran lahan di sekitarnya atau titik lain yang kemudian menjalar ke bangunan lama tersebut.
“Kami belum bisa memastikan titik awal api maupun bagaimana kebakaran itu sampai mengenai bangunan sekolah lama tersebut,” kata Camat Bukit Santui, Agus Saptono kepada wartawan, Rabu 14 Oktober 2026.
Dari hasil konfirmasi dengan kepala sekolah yang sekarang, sejumlah papan ulin dan material bangunan yang masih layak telah diambil ketika sekolah berpindah ke gedung baru.
Sementara itu, bangunan lama yang tersisa sudah tidak terawat dan tidak lagi menunjang kegiatan pendidikan.
Meski gedung tersebut bukan lagi tempat belajar mengajar, kebakaran itu menjadi gambaran nyata bahwa amukan karhutla dapat menjangkau lebih dari sekadar semak dan pepohonan. Objek bangunan yang berada di kawasan terdampak pun berisiko ikut dilalap api ketika kebakaran meluas.
Agus menyebutkan, hingga Rabu, pihaknya belum menerima laporan mengenai fasilitas umum lain di Kecamatan Bukit Santuai yang turut terbakar dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun, penyebab awal kebakaran bangunan sekolah lama itu masih menjadi tanda tanya.
Di tengah ancaman karhutla yang belum sepenuhnya terkendali, kebakaran di Tumbang Penyahuan menjadi peringatan bahwa bangunan yang jauh dari pusat permukiman sekalipun tidak luput dari ancaman api.
Asal mula kebakaran masih belum dipastikan, sementara dampak yang ditimbulkannya kini menambah daftar kejadian karhutla di Kotim. (su)