Karhutla di Kotawaringin Timur Bikin Ira Terdesak, Akhirnya Nekat Masuk Kawasan Bekas Kebakaran

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:31:25 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Ira kian terdesak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur. Dia tak punya pilihan lain, terdesak hingga ke kebun warga.

Ira adalah salah satu dari korban terdampak karhutla di Kotawaringin Timur. Karhutla tak hanya mengancam kehidupan masyarakat akibat kabut asap, tapi juga satwa liar seperti Ira.

Ira adalah seekor orangutan betina. Dia ditemukan di kawasan bekas kebakaran di Jalan Tjilik Riwut Km 9, Gang Sahabat, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur.

Orangutan tersebut ditemukan warga pada Rabu (14/10/2026) pagi dan berhasil dievakuasi pada malam harinya.

Proses penyelamatan dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) dan aktivis lingkungan Sampit.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan orangutan yang diselamatkan diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 28 kilogram. Saat ditemukan, satwa tersebut berada di area yang telah terdampak kebakaran lahan.

Menurut Muriansyah, kondisi lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan evakuasi. Akses menuju titik penemuan cukup sulit, sementara sebagian jalur yang harus dilalui telah terbakar.

Ia menjelaskan, orangutan yang habitatnya terancam kebakaran dapat berpindah untuk mencari tempat yang lebih aman. Pergerakan tersebut juga diduga berkaitan dengan upaya satwa mencari makanan setelah kawasan tempatnya hidup terdampak karhutla.

Muriansyah menduga Ira sedang mencari makan ketika keberadaannya diketahui warga. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas BKSDA sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

“Orangutan saat terdesak kebakaran akan berpindah ke tempat yang lebih baik. Kami menduga kuat orangutan tadi sedang mencari makan, kemudian terlihat oleh warga dan selanjutnya dilaporkan kepada petugas BKSDA,” jelasnya.

Setelah berhasil diamankan, orangutan tersebut diberi nama Ira. Petugas kemudian membawanya menuju kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Pangkalan Bun untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penemuan Ira menambah perhatian terhadap dampak karhutla bagi satwa liar di Kotim. Kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga berpotensi mengurangi ruang hidup dan ketersediaan pakan bagi satwa yang bergantung pada ekosistem hutan.

Ketika habitat mengalami kerusakan, satwa liar berpotensi bergerak ke kawasan perkebunan atau lahan yang berdekatan dengan permukiman. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan perjumpaan antara satwa dan manusia.

Evakuasi Ira menjadi langkah penting untuk memastikan satwa dilindungi tersebut memperoleh penanganan lebih lanjut. Di sisi lain, kejadian ini memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan habitat dan keberlangsungan hidup satwa liar. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top