Langit Sampit Mulai Terang, Tapi Ingat Polusi Udara Masih Mengancam Warga

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:02:20 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Setelah berminggu-minggu bergelut dengan kabut asap, warga Kota Sampit, Kotawaringin Timur, mulai bisa menikmati pemandangan langit yang lebih terang.

Matahari yang sebelumnya kerap terlihat kemerahan dan samar di balik pekatnya asap kini mulai tampak jelas. Kendati demikian, perubahan visual tersebut belum menjadi jaminan bahwa udara telah kembali bersih.

Ancaman polusi masih membayangi aktivitas masyarakat karena kualitas udara tercatat berada dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada Sabtu (17/10/2026) pukul 13.00 WIB, indeks kualitas udara di wilayah Kotawaringin mencapai 167 AQI+ menggunakan standar Amerika Serikat.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, dengan partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama. Konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 78,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil dan dapat menembus jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan polutan tersebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.

Karena itu, langit yang tampak lebih cerah perlu disikapi secara bijak, mengingat kondisi udara tidak selalu dapat dinilai hanya dari jarak pandang atau keberadaan asap yang terlihat.

Perubahan suasana itu menjadi perhatian warga yang selama beberapa pekan terakhir harus menjalani aktivitas di tengah kabut asap.

Berkurangnya selimut asap membuat matahari kembali terlihat lebih jelas, memberikan suasana berbeda dibandingkan hari-hari ketika langit Sampit tampak kusam dan cahaya matahari tertutup lapisan asap.

Sebelumnya, hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur pada Jumat (16/10/2026). Turunnya hujan menjadi harapan baru bagi masyarakat yang telah cukup lama menghadapi dampak kabut asap.

Namun, berdasarkan data IQAir pada Sabtu siang, indeks kualitas udara masih menunjukkan kategori tidak sehat. Hal ini menandakan bahwa perbaikan kondisi langit belum sepenuhnya diikuti penurunan konsentrasi polutan ke tingkat yang lebih aman.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Mengurangi kegiatan fisik berat saat polusi masih tinggi, membatasi paparan udara luar bagi kelompok rentan, serta menggunakan masker yang sesuai ketika diperlukan dapat menjadi langkah untuk mengurangi risiko paparan partikel pencemar. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top