Cegah ISPA, DPRD Minta Layanan Kesehatan Mudah Diakses

Penulis: Huda  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:48:00 WIB
Mukarramah meminta Pemko Palangka Raya memperkuat perlindungan kelompok rentan dari kabut asap karhutla dan risiko gangguan pernapasan.

KALAMANTHANA, Palangka Raya  - DPRD Kota Palangka Raya meminta pemerintah daerah meningkatkan perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan yang berisiko terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama terhadap ancaman gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ketua Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah, mengatakan kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta masyarakat dengan penyakit penyerta, perlu mendapat perhatian lebih selama kualitas udara memburuk.

“Kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta perlu mendapatkan perlindungan yang lebih maksimal selama kondisi kualitas udara memburuk,” ujar Mukarramah, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, kondisi kabut asap yang masih terjadi harus menjadi perhatian serius karena paparan asap berpotensi menimbulkan dampak kesehatan lebih besar bagi masyarakat dengan tingkat kerentanan tinggi.

Ia secara khusus meminta pemerintah memberikan perlindungan tambahan kepada masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan, seperti asma dan penyakit jantung.

“Kami meminta agar perlindungan tambahan diberikan kepada bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan seperti asma dan gangguan jantung karena mereka merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap,” katanya.

Mukarramah menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini untuk menekan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Selain memperkuat upaya pencegahan, ia meminta pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap mudah diakses, terutama bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Dia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh perangkat terkait sangat diperlukan untuk menghadapi penurunan kualitas udara selama musim kemarau dan terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.

Dengan perlindungan yang lebih optimal dan koordinasi lintas sektor, dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan, diharapkan dapat diminimalkan. (Mit).

Reporter: Huda
Back to top