KALAMANTHANA, Sampit – Misnawati mengungguli enam kandidat lainnya dalam pemilihan Damang Kepala Adat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Ia meraih 11 suara sekaligus menjadi satu-satunya perempuan yang bersaing dalam pemilihan tersebut.
Pemilihan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (19/10/2026), diikuti tujuh kandidat. Hasil penghitungan suara menempatkan Misnawati di posisi teratas, disusul Hino Nugraha dengan sembilan suara dan Muhammad Saleh Suaidi yang memperoleh enam suara.
Kemenangan tersebut menjadi babak baru bagi Misnawati yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Damang setelah damang terdahulu meninggal dunia. Kini, ia mendapat kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan kelembagaan adat di kecamatan tersebut.
Misnawati mengaku tidak menyangka bisa terpilih. Menurutnya, seluruh kandidat memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing sehingga persaingan dalam pemilihan berlangsung dengan sejumlah pertimbangan.
“Alhamdulillah ini luar biasa. Saya tidak ingin merusak kepercayaan yang telah diberikan karena masih ada tanggung jawab besar yang harus saya jalankan. Saya akan membenahi kelembagaan adat di wilayah ini,” ungkapnya.
Bagi Misnawati, terpilihnya dirinya bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia menyadari ada tanggung jawab yang harus dijalankan, terutama dalam memperkuat kelembagaan adat agar tetap berfungsi dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga menyatakan siap menghadapi berbagai tantangan setelah pemilihan, termasuk apabila muncul perbedaan pandangan atau ketidakpuasan terhadap hasil yang ditetapkan.
“Insya Allah, tahapan-tahapan sudah saya lalui. Kalau ke depan ada pihak yang tidak setuju atau muncul persoalan, saya siap menghadapinya. Apa pun keputusan yang nantinya saya hadapi, saya akan menerima dan menjalaninya dengan ikhlas,” ujarnya.
Langkah awal yang akan dilakukan Misnawati adalah membangun koordinasi dengan unsur pemerintahan kecamatan, kelurahan, dan desa. Masukan dari berbagai pihak akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah pembenahan kelembagaan adat ke depan.
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang diterima, Misnawati memperoleh 11 suara, Hino Nugraha sembilan suara, Muhammad Saleh Suaidi enam suara, Hardi lima suara, Muhamad Sofian tiga suara, Hamidan satu suara, dan Iskandar Z. tidak memperoleh suara.
Sebelum pemilihan berlangsung, seluruh kandidat menandatangani kesepakatan damai sebagai bentuk komitmen untuk menjaga proses pemilihan tetap aman dan kondusif. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, kepala desa, lurah, perwakilan Forum Damang, Dewan Adat Dayak (DAD), Babinsa, kepolisian, mantir adat, serta undangan lainnya.
Damang Kepala Adat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan hukum dan nilai-nilai adat, termasuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat berdasarkan ketentuan adat yang berlaku.
Dengan terpilihnya Misnawati, harapan terhadap penguatan kelembagaan adat di Mentawa Baru Ketapang kini berada di pundak pemimpin yang mendapat dukungan suara terbanyak dalam pemilihan tersebut. (su)