KALAMANTHANA, Palangka Raya - Video aksi perundungan yang dilakukan sekelompok anak terhadap seorang temannya dan viral di media sosial mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim.
Arif menilai, kejadian tersebut tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan perilaku anak dalam pergaulan. Pembentukan karakter dan budi pekerti, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama tempat anak belajar bersikap dan memperlakukan orang lain.
“Itulah pentingnya pendidikan karakter dan budi pekerti yang tidak hanya diberikan oleh pihak guru di sekolah, tapi diterapkan juga oleh orang tua kepada anaknya di rumah,” kata Arif.
Ia mengatakan, kasus perundungan semestinya menjadi bahan evaluasi bagi orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas, pergaulan, serta cara anak berinteraksi dengan teman-temannya.
Arif juga menyinggung pengalaman penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sebelumnya memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendampingi anak secara langsung selama proses belajar dari rumah.
“Dengan adanya PJJ selama ini sebenarnya kesempatan dan peluang emas agar orang tua bisa maksimal mendampingi serta mengedukasi anak-anak di rumah,” ujarnya.
Menurutnya, perundungan tidak bisa dianggap sekadar kenakalan anak. Jika tidak ditangani dengan tepat, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak bagi korban maupun pelaku, sehingga perlu diikuti dengan pendampingan dan pemahaman mengenai pentingnya menghormati orang lain.
Arif berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar dalam membentuk perilaku anak.
Pendidikan karakter, lanjutnya, tidak cukup hanya diajarkan melalui materi pelajaran di sekolah, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak perlu dibimbing untuk menghargai teman, menyelesaikan konflik dengan baik, serta memahami batas antara bercanda dan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Melalui pendampingan yang konsisten, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan sikap saling menghormati dan terhindar dari perilaku perundungan. (Mit).