Kabut Asap Mengepung, DPRD Dorong Perluasan Bus Oksigen

Penulis: Huda  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:24:00 WIB
Syaufwan Hadi meminta Pemko Palangka Raya memperluas layanan Bus Oksigen Keliling agar warga terdampak kabut asap lebih mudah mengakses oksigen gratis.

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pemerintah kota Palangka Raya diminta untuk memperluas jangkauan layanan Bus Oksigen Keliling, untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi.

Menurutnya, fasilitas oksigen gratis tersebut penting bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, termasuk pengemudi ojek daring dan pekerja lainnya yang bergantung pada aktivitas lapangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Syaufwan menilai, operasional bus yang dikelola Dinas Kesehatan perlu menjangkau lebih banyak kawasan dan tidak hanya terpusat di satu lokasi. Penentuan rute diharapkan mempertimbangkan tingkat paparan asap serta tingginya mobilitas masyarakat.

“Layanan seperti ini cukup penting karena masyarakat membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Apalagi dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, ada warga yang tetap harus bekerja di luar ruangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Syaufwan, Selasa (20/10/2026).

Ia juga meminta pemerintah kota memastikan rute pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Selain itu, informasi mengenai jadwal operasional dan titik singgah bus perlu dipublikasikan secara rutin agar warga dapat mengetahui lokasi layanan dan memanfaatkannya dengan mudah.

“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan menjangkau layanan ini. Karena itu, penempatan bus perlu memperhatikan kondisi di lapangan, terutama kawasan yang aktivitas masyarakatnya cukup tinggi dan wilayah yang terdampak kabut asap,” katanya.

Syaufwan menegaskan, perlindungan kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan upaya pemadaman karhutla. Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi juga perlu mencakup mitigasi dampak kesehatan secara berkelanjutan.

“Penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya dengan pemadaman. Kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian. Kami berharap pelayanan seperti ini bisa terus dimaksimalkan selama masyarakat masih membutuhkan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya mengoperasikan Bus Oksigen Keliling setiap Senin hingga Sabtu, pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Saat ini, Bus 1 melayani rute Jalan RTA Milono menuju Kereng Bangkirai, Kalampangan, dan sekitarnya.

Sementara itu, armada Bus 2 tengah disiapkan untuk melayani rute Bundaran Besar hingga Jalan Tjilik Riwut. Perluasan jangkauan dan penyampaian informasi rute secara berkala diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh layanan tersebut selama kondisi kabut asap masih mengganggu aktivitas warga. (Mit).

Reporter: Huda
Back to top