KALAMANTHANA, Palangka Raya – Saat kota-kota lain di Kalimantan terus membaik, kualitas udara dua kota di Kalimantan Tengah masih parah. Keduanya Palangka Raya dan Pangkalan Bun.
Kualitas udara di Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam situasi yang buruk. Dua kota di Bumi Tambun Bungai berada dalam kondisi level berbahaya.
Kedua kota itu adalah Kota Palangka Raya dan Pangkalan Bun. Keduanya bahkan menjadi dua dari empat kota di Indonesia dengan udara paling buruk di Indonesia.
Palangka Raya kini menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Kalimantan. BMKG mencatat tingkat konsentrasi partikulatnya mencapai 512,1 ug/m.
Kondisi Palangka Raya sebenarnya sempat membaik pada kemarin hari. Saat itu, Kota Cantik bahkan sempat keluar dari zona hitam.
Di Indonesia, Palangka Raya saat ini hanya kalah dari buruknya kualitas udara kota Pekanbaru di Riau. Saat ini, PM2,5 Kota Pekanbaru berada di angka 2.062,1 ug/m.
Tak kalah buruknya adalah Kota Pangkalan Bun. Terpantau dari laman bmkg.go,id pada Selasa 27 Oktober 2026 pukul 06.37 WIB, saat ini, kualitas udaranya juga berada pada level berbahaya dengan 260,3 ug/m.
Beberapa kota lain di Kalimantan terus membaik. Di level tidak sehat, misalnya, kini tersisa Kota Samarinda di Kalimantan Timur. Saat ini, PM2,5 Samarinda masih 125,8 ug/m
Empat kota lain di Tanah Borneo kini berada dalam level kualitas udara sedang. Keempatnya yakni Kubu Raya dan Mempawah di Kalimantan Barat, serta Banjarbaru dan Kotabaru di Kalimantan Selatan.
Istimewanya, salah satu kota di Kalimantan Barat, yakni Sintang, kini bahkan berada pada level baik. Tingkat PM2,5 Kota Sintang hanya berada di angka 2,9.
Kualitas udara kota di Kalimantan
Berbahaya
Palangka Raya (Kalimantan Tengah) 512,1
Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah) 260,3 ug/m
Tidak sehat
Samarinda (Kalimantan Timur) 125,8
Sedang
Kubu Raya (Kalimantan Barat) 54,6
Banjarbaru (Kalimantan Selatan) 48,8
Mempawah (Kalimantan Barat) 44
Kotabaru (Kalimantan Selatan) 37,9
Baik
Sintang (Kalimantan Barat) 2,9