KALAMANTHANA, Pemajam – Kabur dari Jakarta menuju Ibu Kota Nusantara tak menjamin ibu kota bebas banjir. Tanda-tanda itu terus terlihat sekarang.

Teranyar, banjir melanda Desa Sukaraja di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Padahal, jaraknya ke IKN hanya 18 km atau 31 menit berkendara.

Banjir yang melanda Desa Sukaraja yang tak jauh dari IKN itu terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 04.00 Wita.

Padahal, sehari sebelumnya, banjir juga melanda wilayah yang berdekatan dengan IKN. Daerah tersebut adalah wilayah Mentawir.

Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara baru menerima laporan terjadinya banjir tiga jam kemudian dan langsung bergerak.

Baca Juga: Hujan 13 Jam, Sungai Meluap Rendam Puluhan Rumah di Mentawir

Banjir di Desa Sukaraja melanda dua bagian wilayahnya, yakni RT 24 dan RT 25 Kedua wilayah itu terhitung tak terlalu jauh dari IKN.

Potensi terjadinya banjir, sejatinya, sudah terlihat dari peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu 10 Januari 2026 yang dikeluarkan sekitar pukul 20.50 Wita.

BMKG menyebutkan perkiraannya tentang bakal terjadinya hujan level sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Kecamatan Sepaku dan sekitarnya.

Ternyata, prakiraan itu tak meleset. Mulai pukul 03.00 Wita, hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi di wilayah Desa Sukaraja dan baru berhenti sekitar pukul 07.00 Wita.

Hujan yang berlangsung selama empat jam itu mengakibatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) meluap. Dampaknya, tinggi muka air mulai naik dan merendam rumah warga yang berada pada area rendah serta bantaran sungai.

Daerah yang paling terdampak adalah RT 25. Di sini, banjir merendam 34 rumah, membuat 110 jiwa terdampak. Sedangkan di RT 24 hanya 7 kepala keluarga dengan 19 anggota yang terdampak banjir.

Dalam perjalanannya, air mulai surut setelah hujan mulai berhenti pada pagi harinya. Tapi, di halaman rumah warga, tinggi muka air masih mencapai 80 cm dan masuk ke dalam rumah setinggi 15 cm.

BPBD Penajam Paser Utara melakukan pendataan dan identifikasi di wilayah terdampak.

Setelah melakukan koordinasi, kemungkinan akan dilakukan normalisasi empat titik rawan banjir tahun ini oleh BWS. Keempatnya adalah Desa Sukaraja, Desa Tengin Baru, Desa Karang Jinawi, dan Desa Argo Mulyo. (*)

Baca Juga: Hujan 13 Jam, Sungai Meluap Rendam Puluhan Rumah di Mentawir