KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas kembali mencanangkan implementasi Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar, berupa Kapuas Tengah Mengaji, Bermazmur dan Tandak Intan Kaharingan bagi peserta didik sekolah dasar se Kecamatan Kapuas Tengah, Kamis (8/10/2026).
Pencanangan yang mengangkat tema Mewujudkan Generasi Muda yang Cerdas, Beriman, Berkarakter dan Bertolerasni tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat, Camat Kapuas Tengah Jhoni Sutrisno, Ketua TP PKK, Korwil Bidang Pendidikan Yulius, Ketua Majelis Resort, Ketua Majelis Kaharingan, perwakilan KUA, kepala sekolah, pendidik dan peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik menampilkan hasil belajar berupa tarian, mengaji, bermazmur dan Tandak Intan Kaharingan, sebagai wujud keberagaman sekaligus kekayaan budaya masyarakat Kapuas Tengah.
Kadisdik Kapuas Suwarno Muriyat mengatakan, gerakan ini selaras dengan Tujuh Program Prioritas PHKB (Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar), terutama siswa berkarakter kuat dan berakhlak hebat, penguatan literasi, numerasi dan nilai religius, serta gerakan kamis berbudaya.
“Melalui pendidikan agama dan budaya, kita ingin mewujudkan generasi muda yang cerdas, beriman, berkarakter dan bertoleransi. Perbedaan keyakinan dan budaya justru menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan,” tegas Suwarno.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan wujud koordinasi, kolaborasi dan konsistensi antara sekolah, pemerintah, tokoh agama dan masyarakat dalam mewujudkan Kapuas Bersinar.
Sementara itu, Camat Jhoni Sutrisno dalam sambutannya, menyampaikan dukungan terhadap gerakan tersebut agar dilaksanakan secara berkelanjutan di satuan pendidikan. Ia meyakini jika pembentukan karakter dapat tumbuh melalui pembiasaan nilai keagamaan, pelestarian budaya dan penghormatan terhadap keberagaman.
Sebelumnya, Korwil Yulius melaporkan jika pencanangan dapat dilaksanakan berkat kolaborasi semua komponen yang ada di Kapuas Tengah.
“Peserta didik dapat mengaji, bermazmur dan tandak Intan kaharingan berkat kerjasama antara para peserta didik, pendidik dan orang tua. Semoga kegiatan ini nilai religius, cinta budaya dan rasa tolerasi kita semua semakin meningkat,” pungkasnya. (fan)