KALAMANTHANA, Jakarta – OTT KPK BNPB memunculkan banyak pertanyaan. Salah satunya, apakah dana penanganan karhutla ikut jadi bancakan?

Dalam OTT KPK BNPB ini, KPK menyita barang bukti yang tidak sedikit. Selain uang miliaran rupiah, KPK juga mengamankan sejumlah emas batangan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyebutkan dalam OTT KPK BNPB ini, KPK menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas batangan dalam OTT BNPB ini.

Budi Prasetyo menyebutkan OTT KPK BNPB ini berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa hingga dana siap pakai kebencanaan.

“Ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” katanya di Yogyakarta, Selasa 13 Oktober 2026.

Ketika ditanya apakah OTT tersebut terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ataupun penanganan bencana alam lainnya, Budi mengatakan bahwa hal tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers.

“Pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa? Itu nanti kami akan sampaikan detailnya saat konferensi pers,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan KPK pada Selasa malam diagendakan melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum dari belasan orang yang terjaring OTT tersebut.

“Malam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi melakukan OTT ke-22 sepanjang 2026 di lingkungan BNPB.

KPK kemudian mengatakan telah menangkap 14 orang dalam OTT tersebut, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian dan pihak swasta lainnya. (*)