KALAMANTANA, Sampit – Kebakaran yang melanda Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Parulian Sampit di kawasan Wengga Metropolitan, Jalan Lingkar Utara atau Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur.

Kebakaran Gereja HKBP Parulian Sampit terjadi pada Sabtu 17 Oktober 2026 sebelum berhasil dipadamkan. Setelah api tidak lagi berkobar, petugas pemadam kebakaran melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan di lokasi.

Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar. Kobaran api yang membesar dari bangunan gereja terlihat dalam rekaman video yang beredar. Sejumlah warga mendatangi area kejadian untuk melihat situasi ketika upaya penanganan berlangsung.

Warga setempat, Dayat, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut.

Menurut dia, petugas pemadam kebakaran sudah berada di lokasi dan melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.

"Benar kebakaran, sudah ada petugas di lokasi. Api sudah padam, saat ini pendinginan," ujar Dayat.

Kasi Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Hery Wahyudi, juga menyampaikan bahwa penanganan di lokasi masih berlangsung.

Petugas berfokus pada proses pendinginan, sedangkan laporan terkait kejadian tersebut masih disusun.

"Saat ini proses pendinginan, laporan penanganan kejadian sedang di proses," ujarnya.

Pendinginan dilakukan setelah pemadaman untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya bara atau titik panas di bagian bangunan yang terbakar. Tahap ini penting untuk memastikan api tidak kembali menyala setelah kobaran utama berhasil dikendalikan. (su)