KALAMANTHANA, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mendorong pemerintah pusat membangun rumah sakit khusus paru di setiap provinsi di Kalimantan untuk menangani dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Harapan kami hanya satu, tolong pemerintah pusat membuat rumah sakit khusus paru di setiap provinsi yang ada di Kalimantan,” ucap Arif, Kamis (15/10/2026).
Menurut Arif, penanganan kesehatan masyarakat yang terdampak karhutla perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menyebut ribuan orang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dan membutuhkan pelayanan kesehatan yang memadai.
Ia menilai, dampak kabut asap terhadap kesehatan tidak bisa dianggap sebagai persoalan sementara. Masyarakat yang terpapar asap berpotensi membutuhkan penanganan medis dalam jangka panjang, sehingga dukungan fasilitas kesehatan perlu diperkuat.
“Urusan ISPA ini panjang. Tidak selesai hari ini, tidak selesai satu minggu, bahkan tidak selesai satu bulan,” tuturnya.
Arif mendorong pemerintah pusat memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan yang secara khusus menangani penyakit paru. Menurutnya, keberadaan rumah sakit khusus paru dapat menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan perawatan masyarakat terdampak karhutla.
Ia mengusulkan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan secara merata di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan. Dengan demikian, setiap provinsi diharapkan memiliki fasilitas rujukan yang berfokus pada penanganan gangguan kesehatan paru, khususnya akibat paparan asap karhutla. (Mit).