Jelang Ramadan, Satgas Pangan bersama TPID Sidak ke Pasar dan Distributor LPG

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 08 Februari 2026 | 06:39:37 WIB
Plt. Kadis Ketahanan Pangan Kalteng Agus Candra memantau langsung harga dan daya beli Masyarakat. (MMC Kalteng)

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Menjelang Ramadan, Pemprov Kalteng pastikan ketersediaan pangan di wilayah Kalteng tetap aman.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan aman, Satgas Pangan dan TPID melakukan sidak ke sejumlah pasar di Kota Palangka Raya, Kamis (6/2/2026).

Pada kegiatan sidak harga, keamanan dan mutu pangan dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng,  Perum Bulog Kanwil Kalteng, Polda Kalteng, Pangdam, dan lintas sektor lainnya.

Kegiatan sidak dilaksanakan beberapa titik seperti pasar besar, pasar Kahayan, distributor dan pengencer LPG serta Gudang Bulog Palangka Raya.

Yuas Elko, menyampaikan hasil pemantauan di gudang Bulog, stok pangan dipastikan aman untuk empat sampai enam bulan ke depan. Begitu juga dengan stok beras medium di pedagang besar yang terpantau cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Ramadan.

Meski stok secara umum stabil, memberikan catatan khusus terhadap komoditas cabai rawit dan cabai merah yang mulai mengalami kenaikan harga cukup signifikan, yakni berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Selain cabai, perhatian serius juga tertuju pada harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer, keprihatinannya atas harga gas subsidi yang mencapai Rp35.000 hingga Rp38.000 di wilayah kota Palangka Raya, bahkan menembus Rp50.000 sampai Rp60.000 di daerah pedalaman.

“Sesuai arahan, kami ingin mendorong pemerintah kabupaten/kota agar dapat menciptakan inovasi kebijakan terkait penetapan harga di tingkat pengecer yang dihitung berdasarkan jarak angkut,” kata dia.

Misalnya, dari pangkalan ke pengecer di desa A atau desa B memiliki standar harga yang jelas. Lebih lanjut mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi borong atau panic buying dan tetap berbelanja dengan bijak sesuai kebutuhan.

“Pemerintah Provinsi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga berencana menggelar pasar murah atau pasar penyeimbang guna menjaga stabilitas harga dan daya beli Masyarakat" tegasnya.

Sementara itu Plt. Kadis Ketahanan Pangan Kalteng Agus Candra menjelaskan, pihaknya memiliki tugas dalam pengawasan pangan segar. Namun, untuk komoditas tertentu juga terdapat regulasi tersendiri yang menjadi perhatian bersama lintas instansi.

“Kami dari dinas tentunya memahami regulasi yang ada dan akan memastikan suplai pangan, termasuk yang masuk dari luar pulau, serta memastikan stok yang tersedia di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Menjelang awal Ramadan biasanya terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas. Namun kondisi tersebut dinilai wajar dan cenderung kembali stabil setelah Ramadan berjalan.

“Memang biasanya di awal Ramadan terjadi kenaikan, tapi setelah berjalan sekitar satu minggu, umumnya harga kembali normal,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan akan melakukan langkah antisipasi agar harga pangan menjelang Idulfitri tidak mengalami lonjakan signifikan.

“Kami akan memastikan menjelang Hari Raya Idulfitri maupun hari besar keagamaan lainnya, kenaikan harga tidak terlalu jauh dan tetap terkendali,” tutupnya. (sly)
 

Reporter: Redaksi
Back to top