Keren! Wali Kota Tarakan Tolak WFA, Masyarakat Kami Butuh Pelayanan Langsung

Penulis: Redaksi  •  Senin, 16 Maret 2026 | 11:20:00 WIB

KALAMANTHANA, Tarakan – Banyak yang menyambut kebijakan work from anywhere (WFA). Tapi, tidak dengan Pemerintah Kota Tarakan. “Masyarakat butuh pelayanan,” kata Wali Kota Khairul.

Kebijakan WFA itu diizinkan pemerintah pusat untuk diterapkan pada 16-17 Maret dan 25-27 Maret 2025. Dalam rentang waktu itu, di tengah libur panjang lebaran, pemerintah memberi ruang bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja dari rumah.

Tapi, Wali Kota Takaran, Khairul, tak hendak mengambil kebijakan tersebut. Dia meminta ASN di lingkungan Pemkot Tarakan untuk tetap berkantor pada hitungan total 5 hari itu.

Khairul beralasan, jarak antara rumah dan kantor pemerintah di Kota Tarakan tidaklah terlalu jauh. Jarak itu bisa ditempuh dalam waktu yang singkat.

Selain itu, pelayanan kepada masyarakat juga menjadi prioritas. Khairul menilai mungkin saja ada masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan langsung, meski sudah ada layanan secara online.

“Kami di sini, antara rumah dengan kantor dekat. Jadi masuk saja,” ujar Khairul.

Dia menyebutkan, hingga kini, masyarakat di Kota Tarakan tetap butuh pelayanan langsung dari pemerintah.

“Walaupun banyak yang sudah online seperti DPMPTSP, tapi ada juga masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan langsung. Jangan sampai kegiatan pelayanan berhenti,” tegasnya.

Adapun cuti bersama hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai 18-24 Maret. Khairul mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) tepat waktu masuk kerja.

Libur seminggu dinilai sudah cukup untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Khairul memberi ultimatum, sanksi berlaku bila tidak masuk kerja sesuai jadwal.

“Pasti kita tegakkan aturan disiplin pegawai negeri dan akan ada laporan dari masing-masing dinasnya, kecuali yang cuti,” tegasnya. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top