KALAMANTHANA, Palangka Raya – Ahmad Siddik Suriatna ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Kahayan. Begini kronologis tenggelamnya Agmad Siddik Suriatna.
Ahmad Siddik Suriatna, pria berusia 21 tahun, warga Kelurahan Kelampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, hilang di Sungai Kahayan di wilayah Tumbang Nusa, Pulang Pisau.
Berdasarkan laporan yang diterima, insiden naas tersebut terjadi pada Senin 16 Maret 2026 sekitar pukul 15.45 WIB. Korban dilaporkan terjatuh dari lanting (dermaga apung) di sekitar Desa Tumbang Nusa.
Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri sesaat setelah kejadian. Namun, proses pencarian hari pertama itu gagal membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana pun memberangkatkan 1 Tim Rescue untuk melakukan pencarian.
“Setelah mendapatkan info, kami kerahkan satu Tim Rescue menggunakan rescue car, rubber boat dan peralatan pencarian di air untuk melakukan pencarian,” ungkap Alit.
Titik terang pencarian Ahmad Siddik Suriatna muncul pada Rabu 18 Maret 2026 dini hari, pukul 03.10 WIB, saat seorang warga yang melintas menggunakan klotok (perahu kecil) melaporkan adanya jasad yang mengapung di sungai.
Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Tepat pada pukul 04.17 WIB, jasad korban berhasil dievakuasi.
Begitu naik ke darat, jasad Ahmad Siddik Suriatna segera dibawa ke rumah duka di Kelurahan Kelampangan, Kota Palangka Raya, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Antonius Tri Antoro, Koordinator lapangan Basarnas mengatakan penemuan jasad Ahmad Siddik Suriatna berawal dari laporan warga yang melintasi sungai.
“Korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal lokasi kejadian. Korban dievakuasi ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga,” katanya. (*)