KALAMANTHANA, Muara Teweh – Ular pyton bertandang ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Teweh, Barito Utara. Seperti apakah ular yang juga disebut sanca itu?
Ular pyton sendiri termasuk keluarha pythonidae alias piton. Dia termasuk salah satu ular terpanjang di dunia.
Ular pyton sendiri sedikitnya terdiri dari empat jenis. Kuat dugaan pyton yang masuk ke lokasi SPPG Muara Teweh adalah jenis pyton reticulatus atau kerap juga disebut sanca batik.
Ular ini merupakan ular terpanjang di dunia. Normalnya, dia memiliki ukuran 3 hingga 5 meter. Tapi, sanca batik juga bisa mencapai ukuran maksimal hingga 7-8 meter dan hidup di alam liar.
Selain pyton reticulatus, ada pula pyton burmessa atau kerap disebut sanca burma. Normalnya, dia memiliki panjang 3-4 meter. Tapi, bisa pula mencapai 5-6 meter.
Di samping itu dikenal pula ball pyton alias pyton bola. Jenis ini populer menjadi ular peliharaan karena ukurannya yang relatif kecil.
Dalam kondisi normal, pyton bola hanya mencapai 1 hingga 1,5 meter saja.
Terakhir ada pula jenis pyton hijau atau green tree python. Ukurannya pun tidak terlalu panjang, antara 1,2 hingga 2 meter.
Secara umum, jenis pyton yang sering ditemui di Indonesia adalah pyton rediculatus atau sanca batik. Dalam ukuran 3-4 meter, dia dianggap sebagai ukuran ular dewasa yang normal.
Seperti diketahui, ular pyton sepanjang 3 meter masuk ke halaman SPPG, lembaga penyedia program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Kamis 9 April 2026.
Sontak, kedatangan ular pyton tersebut membuat heboh SPPG yang berlokasi di Jalan Taman Rekreasi Remaja di Muara Teweh itu. Tak sedikit yang khawatir terhadap ancaman ular pyton tersebut.
Petugas piket jaga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Barito Utara yang menerima laporan itu pada pukul 11.30 WIB, langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Tak kurang dari 15 menit waktu dibutuhkan petugas Disdamkarmat Kabupaten Barito Utara untuk melakukan evakuasi.
Mereka yang sudah terlatih menangani hewan-hewan yang membahayakan itu, dengan menggunakan peralatan, berhasil menyergap dan menangkap ular pyton tersebut.
Saat penyelamatan itu berlangsung, ular tersebut masih berada di halaman SPPG Kecamatan Teweh Tengah dan belum memasuki gedung SPPG. (*)