Balapan Liar Kini Jadi Musuh Nomor Satu Masyarakat Kota Palangka Raya

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 12 April 2026 | 19:00:07 WIB
Aksi balapan liar yang kian meresahkan warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Aksi balapan liar, belakangan, kian meresahkan masyarakat Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Tak heran, sebagian warga Palangka Raya pengguna jalan kerap merekam video balapan liar dan memilih mengunggah di media sosial, bukan melapor ke petugas.

Aksi pelakon balapan liar di Palangka Raya sangat membahayakan. Kadang-kadang, kalaupun ada petugas kepolisian, para pelaku balapan liar mengalihkan aksinya ke lokasi lain.

Salah satu arena yang sering jadi ajang balapan liar adalah rute dari arah Kelampangan menuju Pasar Besar. Jalur yang biasanya aman, jika masuk malam Minggu sangat mengerikan.

“Sekitar jam dua dinihari di Jalan RTA Milono depan Bank Kalteng. Pihak kepolisian diminta mengatasi aksi tersebut karena membahayakan. Jangan dibiarkan. Kami mendukung pihak kepolisian. Tangkap saja dan kasih efek jera,” kata salah seorang warga, Aisyah, Minggu 12 April 2026.

Salah seorang mahasiswi, Hesti, juga mengungkapkan usai makan nasi kuning merasa kapok melewati jalan tersebut. Dia lebih memilih mencari warung makan yang jauh dari gangguan balapan liar.

“Pokoknya saya takut dan ngeri. Mereka ngebut gitu dan sangat berisik sekali suara motornya,” jelasnya.

Hal senada juga dijelaskan oleh Niko warga Jalan Christopel Mihing. Dia juga mengaku sangat marah, apalagi pada saat mereka lewat gerombolan atau rombongan yang pakai knalpot brong sangat terganggu.

“Meresahkan sekali knalpot brong dan yang kabur masuk permukiman. Maka dari itu kami berharap ada tindakan pihak kepolisian bagi mereka yang balapan jangan sampai warga yang bertindak," harapnya. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top