KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno berharap Pelabuhan Batanjung di Kecamatan Kapuas Kuala dapat difungsikan secara optimal pada tahun 2028 mendatang.
Harapan tersebut disampaikan Wiyatno saat menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zona II yang digelar di Aula Hotel Permata Inn Kuala Kapuas, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, selama kurang lebih 20 tahun, Pelabuhan Batanjung hanya jadi wacana. Namun, di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Kapuas, Dodo, pembangunan mulai menunjukkan progres nyata, khususnya pada akses jalan menuju pelabuhan.
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 kemarin kita sudah mulai membangun badan jalan menuju Pelabuhan Batanjung,” ujar Wiyatno.
Dari total panjang jalan sekitar 59 kilometer, hingga saat ini pemerintah daerah telah berhasil membangun badan jalan sepanjang 25 kilometer.
Wiyatno menambahkan, pihaknya menargetkan sisa pembangunan badan jalan sepanjang kurang lebih 29 kilometer dapat diselesaikan pada tahun 2026.
“Sehingga kita berharap pada tahun 2027 nanti, badan jalan menuju Batanjung sudah bisa tuntas seluruhnya,” katanya.
Tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur pendukung seperti jembatan dan box culvert juga terus dikebut. Tercatat sebanyak 31 titik jembatan dan box culvert ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Dengan selesainya seluruh akses tersebut, pemerintah daerah optimistis dapat melanjutkan tahap perkerasan jalan pada tahun 2028, sehingga akses menuju pelabuhan benar-benar layak dilalui kendaraan.
“Minimal di tahun 2027 nanti sepeda motor trail sudah bisa mencapai lokasi Pelabuhan Batanjung,” tambahnya.
Pelabuhan Batanjung sendiri hingga saat ini belum dapat difungsikan secara maksimal akibat keterbatasan akses jalan.
Padahal, pelabuhan tersebut dirancang sebagai pelabuhan laut strategis untuk mendukung arus logistik, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Kapuas dan sekitarnya.
Apabila akses jalan dan infrastruktur pendukung rampung, keberadaan Pelabuhan Batanjung diyakini akan menjadi salah satu pintu gerbang ekonomi baru di Kalimantan Tengah, sekaligus mendorong konektivitas antarwilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (fan)