Profil Letjen Djon Afriandi, Prajurit Pertama TNI yang Jadi Panglima Kopassus

Penulis: Redaksi  •  Senin, 20 April 2026 | 20:20:00 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Dia menjadi orang pertama yang menduduki jabatan Panglima Kopassus. Siapakah Letjen Djon Afriandi?

Tanggal 10 Agustus 2025 menjadi salah satu tonggak sejarah bagi Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Mereka tidak lagi dipimpin oleh Komandan Jenderal Kopassus, melainkan Panglima Kopassus.

Perubahan struktur itu terjadi setelah Panglima TNI mengeluarkan Keputusan Nomor Kep/1033/VIII/2025. Keputusan itu mengubah kepemimpinan Kopassus dari komandan jenderal menjadi panglima.

Hari itu pula, Djon Afriandi yang menjaat Danjen Kopassus , didapuk menjadi Panglima Kopassus. Pangkatnya pun naik menjadi Letjen Djon Afriandi.

Djon Afriandi adalah prajurit yang lahir dari barak. Maklumlah, ayahnya, Afifuddin Thaib, putra asal Pasar Melintang, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, juga seorang tentara.

Sebagai tentara, Afifuddin Thaib berpindah-pindah markas. Saat Djon Afriandi lahir pada 14 Juni 1972 di Payakumbuh, Sumatera Barat, ayahnya bertugas sebagai Pasi IV Yonif 131/Braja Sakti di Tanah Minangkabau.

Awal karier Afifuddin Thaib di Yonif 131/Braja Sakti di Payakumbuh. Dia baru berpindah jauh ke Bandung, menjadi Kasdim 0618/Bandung pada tahun 1975.

Tak heran jika Djon Afriandi pun menempuh pendidikan formalnya di Bandung. Dari SDN Sukarasa 3/5 Bandung, SMPN 5 Bandung, hingga SMAN 2 Bandung.

Ayahnya sendiri pensiun dari TNI (dulu masih ABRI) sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) pada 1995 dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.

Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Djon Afriandi pun mengikuti jejak ayahnya. Dia menempuh pendidikan di Akademi Militer dan lulus sebagai penerima penghargaan Adhi Makayasa pada 1995.

Tak hanya itu, dia juga menempuh pendidikan di Naval Postgraduate School (NPS) Amerika Serikat. Djon Afriandi lulus dengan gelar Master of Science in Defense Analysis.

Sebagai anggota TNI, Djon Afriandi menghabiskan kariernya di lingkungan Baret Merah Kopassus. Mulai dari jabatan komandan peleton sampai akhirnya menjadi pucuk pimpinan satuan elite tersebut.

Selain itu, dia juga pernah menjadi Danden 1 Grup A Paspampres tahun 2011-13 dan Wadan Grup A Paspampres pada kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sempat jadi Danrem 012/Teuku Umar pada 2020-2022, dia kemudian menjadi Staf Khusus Kasad pada 2023-2024.

Panglima TNI sendiri kemudian menunjuknya menjdi Danjen Kopassus pada tahun 2024, menggantikan Mayjen TNI Deddy Suryadi yang didapuk jadi Pangdam Jaya.

Setahun berselang, seiring terjadi perubahan struktur pada Kopassus, dia dipercaya menjadi Panglima Kopassus. Dialah orang pertama di Indonesia yang menduduki jabatan tersebut.

Sebagai prajruit TNI, Djoni Afriandi, selain meraih penghargaan Adhi Mayasa 1995, juga mendapatkan berbagai kualifikasi prestasi militer tingkat tinggi.

Sejumlah penghargaan itu antara lain Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror, Pandu Udara, dan Komando. Lalu, Sertifikasi Internasional Master Parachutist Badge dari Singapura dan Amerika Serikat, serta Parachute Monitor dari Prancis. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top