KALAMANTHANA, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mendapat dukungan dari Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, H. Khemal Nasery atas langkah cepat menangani persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU.
Menurut Khemal, rapat yang digelar pemerintah kota bersama Pertamina, pengelola SPBU, dan stakeholder terkait terbukti efektif mengurai antrean yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat. “Ini langkah yang bagus dari Wali Kota Palangka Raya yang telah melaksanakan rapat bersama Pertamina, pemilik SPBU serta stakeholder terkait, dan sudah membuahkan hasil,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Ia menilai kondisi distribusi BBM kini jauh lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya. Masyarakat sudah lebih mudah mendapatkan pertalite maupun pertamax tanpa harus mengantre panjang. “Sekarang tidak ada lagi antrean panjang di SPBU. Warga bisa dengan mudah mendapatkan BBM, baik pertalite maupun pertamax,” katanya.
Khemal juga mendukung kebijakan operasional SPBU yang diperpanjang hingga 24 jam, bahkan ada yang beroperasi sampai pukul 01.00 WIB. Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi konkret untuk mengurangi penumpukan kendaraan. “Ini kan salah satu upaya untuk mengurai antrean panjang yang selama ini menumpuk,” tambahnya.
Selain itu, ia mengapresiasi jaminan Pertamina terkait ketersediaan stok BBM sebesar 205 kiloliter per hari yang dinilai memberikan kepastian bagi masyarakat. Meski kondisi mulai membaik, Khemal meminta pengawasan tetap diperketat agar distribusi BBM tepat sasaran. “Jangan sampai ada warga yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi, misalnya mengisi sampai 200 atau 300 liter. Kasihan nanti masyarakat lain tidak bisa mendapatkan BBM,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan, demi menjaga ketersediaan stok bagi semua warga. (Mit).