KALAMANTHANA, Manado – Mega Mall Manado terbakar hebat malam hari. Seorang perempuan terjebak dan meninggal dunia.
Kebakaran Mega Mall Manado itu terjadi pada Sabtu 16 Mei 2026 malam sekitar pukul 20.45 Wita. Kebakaran sempat memicu kepanikan luar biasa dari para pengunjung dan karyawan toko.
Sejumlah saksi di lokasi kejadian mengatakan kepulan asap hitam tiba-tiba muncul secara mendadak di area rumah makan dan ruang kantor lantai 4.
Petugas kebersihan dan sekuriti yang berada di lokasi langsung berteriak memberikan peringatan dan mengarahkan ratusan pengunjung yang panik untuk turun melalui tangga darurat.
Situasi sempat kacau lantaran asap tebal dengan cepat menutup ruang pandang dan memutus akses jalan utama di dalam gedung.
Sebanyak 11 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado dan 1 unit AWC Polda Sulut dikerahkan ke lokasi dan berjuang keras menjinakkan amukan si jago merah hingga menjelang tengah malam.
Selain itu juga dikerahkan sebanyak 8 mobil ambulance, 3 diantaranya dari Bid Dokkes dan RS Bhayangkara Manado untuk antisipasi evakuasi korban .
Kapolresta Manado Kombes Irham Halid menyebut proses evakuasi dilakukan dengan menyisir seluruh sudut gedung. Namun, dalam peristiwa ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya berhasil diselamatkan dari kepungan asap.
Seorang perempuan berinisial PT ditemukan meninggal dunia di area gedung setelah sempat terjebak di ruang kantor, sedangkan empat orang lainnya sempat menyelamatkan diri.
Irham Halid menegaskan kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran ini. Garis polisi telah dipasang, dan aliran listrik di area terdampak sengaja diputus total untuk mencegah korsleting susulan.
Rencana tindak lanjut kami adalah melakukan penyelidikan mendalam. Kami sudah berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Inafis Polda Sulut untuk segera menggelar Olah TKP secara komprehensif begitu struktur bangunan dinyatakan benar-benar aman dan dingin, tegas Kapolresta Manado.
Selain menyelidiki penyebab api, personel Samapta dan Brimob Polda Sulut juga disiagakan di titik-titik strategis sekitar Kawasan Megamas.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemacetan parah serta mencegah potensi tindakan kriminal seperti penjarahan terhadap aset-aset toko di dalam mall.
Irham Halid juga meminta masyarakat untuk bekerja sama dengan tidak mendekati area reruntuhan kebakaran demi keselamatan bersama. (*)