Heboh di Pasar Sabang, Wanita Bengkayang Ditemukan Meninggal di Sekayam

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 08:20:00 WIB

KALAMANTHANA, Sanggau – Kawasan Pasar Sabang di Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, sempat heboh. Seorang perempuan meninggal dunia di sana.

Perempuan itu berinisial SD. Berusia 45 tahun, SD adalah warga Desa Sekaruh, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang. Dia meninggal dunia di Pasar Karangan Sekayam pada Senin 18 Mei 2026.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah Polsek Sekayam menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 10.45 WIB terkait adanya seorang perempuan yang ditemukan tergeletak di area warung milik warga di kawasan pasar tersebut.

Kapolsek Sekayam, AKP Sutikno, mengatakan pihaknya segera merespons informasi tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian guna melakukan penanganan awal dan memastikan situasi tetap kondusif.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Sekayam langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, mencari keterangan saksi dan melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur,” ujar Sutikno.

Lokasi kejadian diketahui berada di Warung Arin milik Endang yang berada di area Pasar Sabang, Dusun Balai Karangan III, Desa Balai Karangan.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.50 WIB, personel kepolisian langsung melakukan pengamanan area guna menjaga status quo serta mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi.

Selain meminta keterangan saksi, personel Polsek Sekayam juga mencatat identitas korban dan melakukan koordinasi untuk membawa korban ke Puskesmas Balai Karangan guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dr. Florida Siregar di Puskesmas Balai Karangan, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sutikno menyampaikan pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan tersebut disampaikan secara resmi kepada pihak kepolisian setelah keluarga memperoleh penjelasan terkait hasil pemeriksaan medis.

“Pihak keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Kami menghormati keputusan keluarga serta memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur,” ungkapnya.

Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan. Situasi di lokasi kejadian pun terpantau aman dan kondusif selama proses penanganan berlangsung. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top