Kadisdik Kapuas Terima Penghargaan Pelestarian Bahasa Daerah

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 11:20:22 WIB
Kadisdik Kapuas H. Suwarno Muriyat menerima penghargaan dari Kapala Balai Bahasa Provinsi Kalteng Sukardi Gau. Foto : ist

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kapuas H Suwarno Muriyat menerima penghargaan atas komitmen kuat dalam pelestarian bahasa daerah dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Balai Bahasa, Sukardi Gau pada rangkaian pembukaan Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Senin (18/5/2026) pagi

Kegiatan tersebut diikuti ratusan guru jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Kapuas dan akan berlangsung selama tiga hari. Bimbingan teknis ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan revitalisasi bahasa daerah agar tetap lestari dan dikenal generasi muda.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng Sukardi Gau menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kapuas, khususnya Dinas Pendidikan, atas dukungan nyata terhadap pelestarian bahasa daerah melalui berbagai program Pendidikan, kegiatan dan pembelajaran di sekolah.

“Komitmen Kabupaten Kapuas dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah sangat kuat. Ini menjadi contoh baik bagi daerah lain dalam mendukung revitalisasi bahasa daerah,” ujar Sukardi Gau.

Sementara itu, Kadisdik Kapuas H Suwarno Muriyat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan karakter generasi muda.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pendidikan terus mendorong penguatan muatan lokal dan penggunaan bahasa daerah melalui kegiatan pembelajaran, pentas budaya, serta program-program pendidikan berbasis kearifan lokal.

“Bahasa daerah adalah warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Melalui kegiatan revitalisasi ini, kita berharap para guru dapat menjadi penggerak pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ungkapnya.

Bimbingan teknis guru utama revitalisasi bahasa daerah tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah maupun pemerhati dan praktisi budaya Kapuas.

Bimtek diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam pengajaran serta pengembangan bahasa daerah di satuan pendidikan masing-masing. (fan)

Reporter: Redaksi
Back to top