KALAMANTHANA, Sampit – Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur kembali dilanda banjir luapan akibat meningkatnya debit air Sungai Mentaya. Genangan yang mulai terjadi sejak Sabtu (23/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026) merendam sejumlah fasilitas umum dan permukiman warga.
Meningkatnya debit air dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu bagian utara Kotawaringin Timur, ditambah hujan lokal yang mengguyur kawasan sekitar Desa Hanjalipan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan air Sungai Mentaya meluap dan menggenangi sejumlah titik di desa tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air tercatat berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter. Dalam dua hari terakhir, tinggi muka air dilaporkan mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 10 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan genangan banjir telah merendam akses jalan desa, satu unit sekolah dasar, serta tempat ibadah. Meski demikian, kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
“Air masih mengalami kenaikan, tetapi belum sampai menghambat aktivitas warga secara menyeluruh. Masyarakat masih tetap beraktivitas seperti biasa meski harus menyesuaikan dengan kondisi genangan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada warga yang dievakuasi. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya sudah cukup terbiasa menghadapi banjir musiman saat debit sungai meningkat.
BPBD Kotim saat ini terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan, terutama jika curah hujan di kawasan hulu kembali tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Multazam mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan genangan, agar tetap waspada dan terus memantau perkembangan cuaca.
“Kami mengimbau warga agar tetap siaga terhadap kemungkinan genangan susulan serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing,” katanya.
Banjir luapan Sungai Mentaya sendiri menjadi kejadian yang hampir rutin terjadi saat musim penghujan. Pemerintah daerah berharap kewaspadaan masyarakat tetap terjaga guna meminimalkan risiko apabila kondisi banjir bertambah parah.
BPBD memastikan koordinasi dengan pemerintah desa terus dilakukan untuk memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah antisipasi apabila debit air terus mengalami kenaikan. (su)