Gairahkan Futsal Pelajar, AFK Palangka Raya Gelar Turnamen Pertama di Kalimantan yang Pakai Video Support

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 21:42:23 WIB
Ketua AFK Palangka Raya, Ahmad Hafiez Noorfaizin.

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Euforia Piala Dunia membawa semangat tersendiri bagi generasi muda, khususnya kalangan pelajar. Merespons antusiasme tersebut, Asosiasi Futsal Kota (AFK) Palangka Raya menggelar turnamen futsal bertajuk ‘AFK Mastery Cup’.

Kompetisi ini dikhususkan bagi pelajar putra-putri serta mahasiswa putri di Kota Palangka Raya dan sekitarnya.

Ketua AFK Palangka Raya, Ahmad Hafiez Noorfaizin,  menyampaikan bahwa turnamen ini bertujuan untuk menyalurkan bakat, meningkatkan kualitas pemain, sekaligus menjaga kebugaran fisik.

Selain itu, ajang ini menjadi wadah persiapan untuk menjaring pemain potensial guna menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang.

"Tujuan utamanya tentu untuk filterisasi bakat para pelajar, meningkatkan kualitas permainan, hingga memantau kesiapan pemain muda bertalenta terbaik. Nantinya, mereka akan disatukan dalam tim futsal Palangka Raya untuk menghadapi Porprov Kalteng," ujar Hafiez, Selasa (16/6/2026).

Turnamen yang berlangsung selama 10 hari—mulai 17 hingga 27 Juni—ini mempertandingkan tiga kategori, yaitu kategori SMP sederajat, SMA sederajat, dan klub putri.

Demi mendongkrak semangat peserta, AFK Palangka Raya membuat terobosan dengan menerapkan teknologi Video Support atau Video Assistant Referee (VAR). Penggunaan teknologi ini diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya dalam kompetisi futsal di wilayah Kalimantan.

Pria yang juga memiliki pengalaman di bidang bisnis perumahan di Kalteng ini mengungkapkan bahwa agenda tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan pemuda-pemudi lokal agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat regional, tetapi hingga kancah nasional.

“Bibit pemain futsal di Palangka Raya dan Kalteng pada umumnya sangat bagus. Namun, mereka harus terus diasah dan diberikan jam terbang serta pemahaman taktik melalui turnamen. Apalagi, Kalteng kini terus dilirik dalam seleksi tim nasional, mulai dari usia dini hingga pelajar. Ini modal utama kita,” tambahnya.

Hafiez mengaku bangga dan mengapresiasi sekolah-sekolah di luar Palangka Raya yang turut antusias mendaftar dalam kompetisi ini.

“Selain sekolah dari Palangka Raya, peserta dari Sampit, Pulang Pisau, dan Katingan juga ikut mendaftar. Ini luar biasa karena akan menciptakan persaingan yang sehat dan menjadi ajang untuk saling mengukur kualitas antardaerah,” tegas Hafiez.

Penerapan teknologi Video Support (VAR) menjadi daya tarik tersendiri sekaligus pengalaman baru bagi dunia futsal pelajar.

Mengingat sistem ini biasanya hanya diterapkan pada Liga Futsal Profesional (Liga Pro) dan baru sedikit daerah yang mengadopsinya, hal ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan tantangan baru bagi perkembangan futsal ke depan.

“Fokus AFK Palangka Raya saat ini tidak hanya meningkatkan kualitas pemain dan pelatih, tetapi juga kualitas wasit yang sebelumnya telah dibekali melalui pelatihan peningkatan lisensi SDM. Nah, kali ini kami hadir untuk meningkatkan kualitas kompetisi itu sendiri dengan menghadirkan video support atau VAR,” pungkas Hafiez. (sly)
 

Reporter: Redaksi
Back to top