KALAMANTHANA, Sampit – Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mempercepat pembangunan daerah terus dilakukan melalui berbagai terobosan dan kerja sama lintas daerah.
Kali ini, Pemkab Kotim menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung sebagai langkah memperkuat kapasitas pemerintahan sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru yang dapat diterapkan di daerah.
Pertemuan antara Bupati Kotim Halikinnor dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Senin (15/6/2026) menjadi wadah bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pemerintahan, pengembangan ekonomi daerah, hingga pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.
Kerja sama tersebut dinilai penting karena tantangan pembangunan yang dihadapi daerah saat ini menuntut pemerintah untuk bergerak lebih cepat, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada potensi yang dimiliki, tetapi juga kemampuan pemerintah dalam belajar dan mengadopsi berbagai inovasi yang telah terbukti berhasil diterapkan di daerah lain.
Menurutnya, Kota Bandung memiliki banyak pengalaman dalam mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.
Pengalaman tersebut menjadi referensi berharga bagi Kotim dalam mempercepat transformasi birokrasi dan pembangunan.
“Kami ingin terus belajar dari daerah yang telah berhasil melakukan berbagai inovasi. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Selain membahas peningkatan kualitas pelayanan publik, kedua daerah juga menyoroti peluang kerja sama dalam penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemkab Kotim berupaya mencari berbagai strategi baru untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah sehingga pembangunan dapat berjalan lebih optimal tanpa terlalu bergantung pada sumber pendanaan dari pusat.
Tak hanya itu, kolaborasi tersebut juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur pemerintah melalui pertukaran pengalaman, pelatihan, dan pengembangan kompetensi di berbagai bidang.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan aparatur yang lebih profesional, inovatif, dan siap menghadapi tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kemajuan daerah dapat dicapai lebih cepat melalui kolaborasi. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan dan pengalaman yang bisa dibagikan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas.
Ia menilai sinergi antar pemerintah daerah menjadi salah satu cara efektif untuk mempercepat lahirnya inovasi dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Kotim menunjukkan keseriusannya dalam membangun daerah dengan pendekatan yang terbuka terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Kolaborasi dengan Kota Bandung diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran gagasan, tetapi juga melahirkan program-program konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat saling belajar dan berbagi pengalaman, kemitraan antara Kotim dan Bandung menjadi langkah strategis menuju daerah yang lebih maju, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (su)