Lapas Narkotika Kasongan Jajaki Kerja Sama Industri Rotan Hampangen untuk Kemandirian WBP

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 13:52:41 WIB

KALAMANTHANA, Kasongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan terus bergerak aktif memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Terbaru, Humas Lapas Narkotika Kasongan, Yustiman, melakukan konsolidasi dan silaturahmi dengan Manajer Operasional Pengolahan Rotan Hampangen, Steven Setiawan, di Kabupaten Katingan, Rabu (17/06/2026).

Pertemuan yang berlangsung di lokasi pengolahan rotan tersebut fokus membahas peluang kerja sama strategis. Tujuannya adalah mengembangkan keterampilan dan memberdayakan SDM WBP melalui program pembinaan berbasis industri kerajinan rotan.

Ada beberapa poin penting yang mengemuka dalam diskusi tersebut. Di antaranya adalah pengembangan jejaring melalui asosiasi kerajinan tangan, pemberdayaan SDM WBP, serta rencana pembentukan kelompok menjawet (menganyam) rotan dengan standar pabrik yang siap memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor-impor.

Yustiman menyampaikan bahwa sinergi dengan dunia usaha dan industri (DUDI) merupakan langkah krusial. Melalui kolaborasi ini, WBP diharapkan bisa memperoleh keterampilan praktis yang bernilai ekonomi tinggi sebagai bekal saat bebas nanti.

Bak gayung bersambut, Manajer Operasional Pengolahan Rotan Hampangen, Steven Setiawan, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, sektor pengolahan rotan di Katingan memiliki potensi besar dan membutuhkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan standar industri.

Secara terpisah, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Batara Hutasoit, memberikan apresiasi tinggi atas langkah taktis jajarannya dalam membangun jejaring dengan sektor industri local.

"Kami terus berupaya membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kualitas pembinaan. Industri pengolahan rotan memiliki potensi yang sangat baik untuk menjadi sarana pelatihan," kata Batara.

Batara berharap hasil konsolidasi ini bisa segera ditindaklanjuti menjadi program kerja sama yang konkret, khususnya dalam pembentukan kelompok kerja kerajinan rotan di dalam Lapas.

"Dengan begitu, para warga binaan memiliki bekal kompetensi dan kemampuan berwirausaha yang kuat demi mendukung reintegrasi sosial dan ekonomi mereka setelah selesai menjalani masa pidana," pungkasnya. (sly)

Reporter: Redaksi
Back to top