Api Kembali Muncul di Baamang Hulu, Rentetan Kebakaran Lahan Jadi Sinyal Bahaya

Penulis: Huda  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 13:00:37 WIB
Petugas berupaya memadamkan karhan di wilayah Baamang Sampit

KALAMANTHANA, Sampit  - Kemunculan titik-titik kebakaran lahan dalam sepekan terakhir mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Meski sebagian besar api berhasil dipadamkan sebelum meluas, rentetan kejadian ini menjadi sinyal meningkatnya ancaman kebakaran lahan.  

Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Bukit Permai, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Rabu (17/6/2026) malam. Sebidang lahan semak belukar seluas 1.200 meter persegi terbakar dan sempat mengkhawatirkan warga karena lokasinya dekat permukiman.  

Laporan pertama diterima Damkar Kotim sekitar pukul 22.40 WIB dari seorang warga bernama Amdi. Kepala Peleton I Damkar Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi, mengatakan cepatnya penanganan menjadi faktor penting mencegah api merambat ke rumah warga. “Setelah menerima laporan dan melakukan validasi, kami langsung mengerahkan Regu II ke lokasi. Saat tiba, petugas segera melakukan pemadaman karena api berpotensi merambat ke area permukiman,” ujarnya.  

Petugas tiba pukul 23.15 WIB dan mendapati api masih aktif membakar semak kering. Dengan satu unit mobil tangki pemadam, penyemprotan dilakukan hingga api berhasil dilokalisir sekitar pukul 23.45 WIB. Proses pendinginan berlanjut hingga lewat tengah malam. Tidak ada korban jiwa maupun luka, sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui.  

Kebakaran di Baamang Hulu bukanlah kejadian tunggal. Pada Senin (15/6/2026), dua titik api muncul hampir bersamaan di Jalan Ir Soekarno-Hatta (Lingkar Utara) dan Jalan Padat Karya, Baamang Tengah. Rentetan kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab munculnya titik api berulang, terutama di lahan kosong dengan vegetasi kering.  

Fenomena ini mengingatkan kembali pada ancaman kebakaran lahan yang rutin terjadi di Kotim saat cuaca panas. Jika tidak dikendalikan sejak awal, kebakaran kecil berpotensi berkembang menjadi lebih luas dan sulit ditangani. Selain menghanguskan lahan, kebakaran dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, hingga mengancam kesehatan warga.  

Karena itu, kewaspadaan seluruh pihak perlu ditingkatkan. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau asap mencurigakan. Respons cepat masyarakat dan petugas terbukti menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas. Namun jika tren kemunculan titik api terus berulang, ancaman kebakaran lahan di Kotim diperkirakan akan semakin meningkat. (Su).

Reporter: Huda
Back to top