PGRI Kapuas Resmi Luncurkan Program PGRI Power, Targetkan 500 Guru Kuasai Coding dan AI

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 14:13:27 WIB
Launching program PGRI Power Kabupaten Kapuas tahun 2026, Jumat (19/6/2026). Foto : irfan

KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kapuas resmi meluncurkan program PGRI Power, Jumat (19/6/2026), dengan target mencetak 500 guru yang memiliki kompetensi di bidang coding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, bersama Ketua PGRI Kabupaten Kapuas, Kadeni, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat, serta perwakilan pengurus PGRI Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas itu juga dirangkai dengan pelatihan penguatan kapasitas bagi pengurus PGRI Kabupaten Kapuas sebagai bagian dari implementasi program PGRI Power.

Ketua PGRI Kabupaten Kapuas, Kadeni, mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 500 guru mengikuti pelatihan dalam program tersebut.

"Hingga saat ini sudah ada 383 guru yang mendaftar. Kami masih membuka pendaftaran dan berharap target 500 peserta dapat tercapai," ujarnya.

Kadeni menjelaskan, program PGRI Power merupakan bagian dari gerakan nasional yang menargetkan satu juta guru di seluruh Indonesia untuk memiliki kemampuan di bidang coding dan AI.

Menurutnya, penguasaan teknologi digital, khususnya coding dan AI, menjadi kebutuhan penting bagi tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

"Guru harus mampu menguasai coding dan AI agar dapat mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, guru tidak tertinggal perkembangan teknologi dan dapat menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, menyambut baik peluncuran program PGRI Power 2026 yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Ia menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kapuas perlu mendukung program tersebut sebagai upaya nyata untuk mendorong kemajuan dunia pendidikan.

"Saat ini kita tidak boleh lagi gagap teknologi. Melalui gerakan ini, guru-guru di Kabupaten Kapuas didorong untuk meningkatkan kompetensi abad ke-21, khususnya dalam bidang coding dan kecerdasan artifisial. Ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan pendidikan yang lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman," pungkasnya. (fan)

Reporter: Redaksi
Back to top