KALAMANTHANA, Sampit – Aktivitas warga di Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak panik setelah seorang bocah berusia tujuh tahun dilaporkan hilang hanyut di aliran sungai.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 15 Agustus pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Korban berinisial ADP (7) sedang berada di sungai bersama RBP (9). Keduanya berenang di aliran sungai yang berada di wilayah desa.

Situasi berubah ketika korban diduga tidak mampu melawan arus dan tubuhnya terbawa menjauh dari lokasi awal. Korban kemudian tidak lagi terlihat oleh rekannya.

Kejadian itu diketahui oleh seorang warga berinisial MF. Dari arah jendela rumahnya, MF melihat korban terbawa arus sambil meminta pertolongan.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya mencari korban. Informasi itu juga segera diteruskan kepada pihak kepolisian sehingga personel Polsek Antang Kalang bersama unsur terkait turun ke lokasi.

“Korban sedang berenang bersama RBP, kemudian hanyut terbawa arus. Saudari MF melihat korban dari arah jendela rumah sambil meminta pertolongan. Namun korban kemudian hilang dan sampai saat ini belum ditemukan,” ujar Plt. Kasi Humas Polres Kotim Iptu Edi Walujo, mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain.

Pencarian tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Masyarakat sekitar turut membantu menyisir kawasan sungai untuk mencari keberadaan korban.

Petugas melakukan penelusuran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi arah hanyutnya korban. Kondisi sungai menjadi salah satu perhatian dalam proses pencarian sehingga upaya dilakukan secara hati-hati.

Sejumlah warga juga ikut bergerak membantu petugas. Mereka mencari kemungkinan keberadaan korban di sekitar aliran sungai, sementara informasi mengenai ciri-ciri korban terus menjadi perhatian dalam pencarian.

Hingga saat ini, ADP masih belum ditemukan. Petugas bersama unsur terkait dan masyarakat masih berupaya melakukan pencarian. (su)