Tingkatkan Kualitas Publikasi, APBISDI Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah

Penulis: Huda  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:41:33 WIB
APBISDI Wilayah 7 Kalimantan gelar workshop daring penulisan artikel ilmiah bersama Dr. Grisna Anggadwita.

KALAMANTHANA, Balikpapan – Asosiasi Profesi dan Pendidikan Bisnis Digital (APBISDI) Wilayah 7 Kalimantan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen melalui Workshop Penulisan Artikel Ilmiah yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (12/6/2026).

Mengusung tema “Menulis Ilmiah, Menginspirasi, dan Berdampak Nyata”, kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Dr. Grisna Anggadwita, S.T., M.S.M., dosen dan peneliti dari Telkom University yang memiliki rekam jejak publikasi pada berbagai jurnal bereputasi internasional.

Workshop tersebut ditujukan bagi dosen dan akademisi yang telah memiliki draf artikel ilmiah dan ingin memperoleh masukan sebelum mengirimkan naskah ke jurnal nasional maupun internasional.

Ketua APBISDI Wilayah 7 Kalimantan yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Digital Politeknik Nusantara Balikpapan, Kartika Aprilia Ivani, S.E., M.M., bertindak sebagai moderator sekaligus penggerak kegiatan.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Umum APBISDI, Dr. Dini Turipanam Alamanda, S.TP., M.S.M., yang menegaskan pentingnya publikasi ilmiah sebagai indikator kualitas pendidikan tinggi sekaligus kontribusi akademisi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang bisnis digital.

"Melalui workshop ini, kami berharap para dosen dapat meningkatkan kemampuan dalam menyusun artikel ilmiah yang berkualitas, memahami strategi publikasi yang tepat, serta mampu menembus jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi akademik yang dapat memperkuat jejaring penelitian antarperguruan tinggi," ujarnya.

Pada sesi utama, Dr. Grisna memaparkan berbagai strategi penulisan dan publikasi artikel ilmiah di era digital. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman lanskap publikasi akademik global, pemilihan jurnal yang sesuai dengan topik penelitian, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara etis dalam proses penulisan, hingga strategi menghadapi proses peer review jurnal internasional.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya indeksasi jurnal seperti Scopus, Web of Science, dan SINTA sebagai indikator kualitas dan visibilitas publikasi ilmiah.

Selain itu, narasumber menjelaskan tahapan publikasi artikel secara sistematis, mulai dari perancangan riset, pelaksanaan penelitian, penulisan manuskrip, pemilihan jurnal, proses pengiriman naskah, hingga revisi berdasarkan masukan reviewer.

Dalam pemaparannya, Dr. Grisna menekankan bahwa banyak artikel ditolak jurnal internasional karena beberapa faktor, seperti hasil penelitian yang belum matang, ketidaksesuaian dengan ruang lingkup jurnal, minimnya unsur kebaruan, lemahnya landasan teori, serta kualitas analisis yang belum memadai.

"Publikasi ilmiah bukan hanya tentang menulis hasil penelitian, tetapi juga bagaimana menghadirkan kontribusi baru yang relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pemilihan jurnal yang tepat dan pemahaman terhadap proses review menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh penulis," jelasnya.

Selain aspek teknis penulisan, workshop ini juga menekankan pentingnya etika publikasi ilmiah, mulai dari pencegahan plagiarisme, larangan manipulasi data penelitian, menjaga integritas akademik, hingga kewaspadaan terhadap praktik jurnal predator.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan publikasi ilmiah, mulai dari pemilihan jurnal hingga strategi meningkatkan peluang artikel diterima pada jurnal bereputasi.

Melalui kegiatan ini, APBISDI Wilayah 7 Kalimantan berharap dapat terus mendorong peningkatan kompetensi dosen dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah, sekaligus memperkuat budaya riset dan kolaborasi akademik yang berkelanjutan. (Mit).

Reporter: Huda
Back to top