Tidur Terlalu Nyenyak, Dua Remaja Meregang Nyawa Saat Rumahnya Terbakar

Penulis: Redaksi  •  Minggu, 21 Juni 2026 | 19:31:41 WIB

KALAMANTHANA, Garut – Gegara tidur terlalu pulas, dua remaja meregang nyawa. Mereka tak terselamatkan saat rumahnya terbakar.

Kebakaran rumah dua lantai itu terjadi di Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu 21 Juni 2026 dinihari.

Jasad Raihan (15) dan Jaeni (18) ditemukan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut di puing-puing bekas kebakaran.

Tak hanya itu, Disdamkar Garut juga menemukan seorang remaja lainnya, Rifaldi (18), yang mengalami luka bakar. Dia harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Banjarwangi, Garut.

“Kobaran api terus menyelimuti atap dan bagian lantai atas rumah tersebut sehingga dua orang korban meninggal dunia, tak terselamatkan,” ujar Kepala Disdamkar Garut, Usep Basuki Eko.

Ia menuturkan peristiwa kebakaran rumah berlantai dua milik keluarga Ahmad Zaki (47) diduga akibat adanya korsleting listrik, kemudian menimbulkan kobaran api, lalu membakar bagian atap rumah tersebut sekitar pukul 04.30 WIB.

Usep menyampaikan saksi korban berupaya menyelamatkan diri ketika mengetahui rumahnya kebakaran, kemudian mencoba membangunkan dua orang lainnya yang tertidur. Namun keduanya tidak juga bangun sampai akhirnya tidak terselamatkan.

“Melihat ada api yang berasal dari atap rumah lantai atas yang kemudian sudah merembet ke seluruh atap rumah tersebut dan langsung membangunkan rekannya yang dua orang itu, namun tidak juga bangun,” katanya.

Ia menyampaikan warga yang mengetahui adanya kejadian tersebut langsung berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, sebelum akhirnya petugas Damkar Pos Wilayah Singajaya melakukan pemadaman.

Akibat kebakaran itu, kata dia, kondisi rumah bagian lantai atas dan atap serta isinya habis terbakar dengan menyisakan puing-puing rumah, selanjutnya untuk korban sudah dievakuasi.

"Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan oleh petugas, ditemukan korban meninggal dunia sebanyak dua orang, selanjutnya korban meninggal dimakamkan," kata Usep Basuki Eko. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top