Yang Unik dari Karhutla di Baamang Hilir, Citra Satelit Sedang Tertidur?

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 09:08:03 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Ada hal yang unik dan menarik dari peristiwa karhutla di Kelurahan Baamang Hilir, Kotawaringin Timur. Apa itu?

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menyebutkan kejadian itu luput dari pelaporan citra satleit yang dimiliki pemerintah.

Multazam menyebutkan peristiwa kebakaran lahan di Baamang Hilir itu terjadi saat laporan pemantauan harian tidak menunjukkan adanya titik panas atau hotspot di wilayah Kotawaringin Timur.

“Kondisi ini menjadi bukti bahwa kebakaran lahan masih bisa muncul sewaktu-waktu meski tidak terdeteksi melalui pemantauan satelit,” kata Multazam di Sampit, Selasa 23 Juni 2026.

Kebakaran sekitar setengah hektare lahan gambut terjadi di kawasan Jalan Tidar Raya, Kelurahan Baamang Hilir, Senin 22 Juni 2026 siang.

Kebakaran tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena lahan gambut dikenal mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.

Multazam, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.27 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar satu jam setelah kejadian dilaporkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare,” ujarnya.

Menurutnya, cepatnya respons petugas menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas ke area lain yang berpotensi memperbesar dampak kebakaran. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top