Mencekam! Dua Satwa Liar Muncul dalam Sepekan, Beruang dan Orangutan Bikin Warga Kotim Waspada

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 08:00:00 WIB
ilustrasi

KALAMANTHANA, Sampit – Musim buah yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur ternyata tidak hanya menarik perhatian warga untuk beraktivitas di kebun, tapi juga satwa liar.

Dalam sepekan terakhir, kemunculan satwa liar juga meningkat dan sempat membuat warga terkejut. Salah satunya beruang dan orangutan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mencatat sedikitnya dua laporan terkait kemunculan satwa liar di kawasan yang dekat dengan aktivitas masyarakat. Dua satwa yang dilaporkan muncul adalah beruang madu dan orangutan.

Komandan Resort Sampit BKSDA, Muriansyah, mengungkapkan laporan pertama berasal dari kawasan Jalan Sampit-Kotabesi, tepatnya di wilayah Kelurahan Kobes Hilir.

Seorang warga yang sedang mencari pakis pada pagi hari mendadak bertemu seekor beruang madu yang berada tidak jauh dari lokasi aktivitasnya.

Pertemuan tak terduga itu sontak membuat warga memilih menjauh. Beruntung, beruang tersebut juga langsung berlari ke arah lain sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Laporan pertama terkait beruang madu. Warga yang sedang mencari pakis melihat beruang berada tidak jauh dari tepi jalan. Saat mengetahui ada manusia, beruang itu langsung pergi menjauh,” kata Muriansyah, Kamis 25 Juni 2026.

Belum lama berselang, laporan kedua kembali diterima petugas. Kali ini seekor orangutan dilaporkan berkeliaran di area perkebunan kelapa sawit milik warga yang berada di sekitar perbatasan Kecamatan Baamang dan Kecamatan Kotabesi.

Informasi tersebut awalnya disampaikan masyarakat kepada aparat setempat sebelum diteruskan kepada BKSDA untuk dilakukan pemantauan.

Keberadaan orangutan di tengah hamparan kebun sawit menjadi perhatian karena lokasi tersebut cukup sering dilalui warga.

Menurut Muriansyah, meningkatnya kemunculan satwa liar pada periode ini bukan tanpa alasan.

Selain banyaknya tanaman buah yang sedang memasuki masa panen, kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau juga mendorong satwa keluar dari habitat alaminya.

“Saat ini banyak kebun yang sedang berbuah, seperti durian dan rambutan. Satwa liar biasanya akan mendekati lokasi yang memiliki sumber makanan. Ditambah lagi sekarang mulai masuk musim kemarau sehingga mereka juga mencari sumber air dan pakan,” jelasnya.

Ia mengatakan aktivitas masyarakat di kebun yang semakin padat pada musim panen buah turut meningkatkan kemungkinan terjadinya perjumpaan antara manusia dan satwa liar.

Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati ketika memasuki kebun, terutama yang berada di dekat kawasan hutan, semak belukar, maupun daerah yang masih menjadi lintasan satwa.

BKSDA juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dengan satwa liar. Apabila menemukan orangutan atau beruang madu, warga diminta menjaga jarak aman dan segera melaporkannya kepada petugas.

“Jangan mencoba menangkap, mengusir secara agresif, apalagi melukai satwa tersebut. Segera laporkan kepada petugas yang berwenang agar bisa ditangani dengan baik,” tegas Muriansyah.

Meningkatnya laporan kemunculan satwa liar ini menjadi sinyal bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim buah dan kemarau berlangsung.

Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa yang habitatnya semakin berdekatan dengan kawasan aktivitas warga. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top